Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Kampus di Bandar Lampung Kuliah Daring
Robertus Didik Budiawan Cahyono September 07, 2026 03:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Aktivitas perkuliahan di sejumlah perguruan tinggi di Bandar Lampung terdampak kondisi abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau pada Sabtu (5/9/2026).

Baca juga: Erupsi Gunung Anak Krakatau, ITERA Alihkan Kuliah Jadi Daring Mulai Senin 

Sejumlah kampus memilih mengalihkan kegiatan perkuliahan tatap muka atau luring menjadi pembelajaran secara daring.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi sembari melihat perkembangan kondisi dan dampak abu vulkanik di wilayah Bandar Lampung.

Darmajaya Terapkan Kuliah Daring

Humas Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Aji, mengonfirmasi bahwa saat ini tidak terdapat kegiatan perkuliahan secara luring di area kampus. Seluruh kegiatan perkuliahan untuk sementara dilakukan secara daring.

“Untuk perkuliahan Darmajaya kita lakukan daring, karena kita punya LMS (Learning Management System),” ungkap Aji.

Ia mengatakan, pembelajaran daring tersebut akan berlangsung hingga Selasa (8/9/2026).

Setelah itu, pihak kampus akan kembali melihat situasi dan kondisi Kota Bandar Lampung, terutama perkembangan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

“Perkuliahan daring ini akan dilakukan sampai besok dan akan melihat situasi kondisi Kota Bandar Lampung, khususnya dari dampak erupsi Gunung Anak Krakatau,” ujarnya.

Polinela: Kuliah Daring, Praktik Tetap Berjalan

Sementara itu, Politeknik Negeri Lampung (Polinela) juga menerapkan pembelajaran secara daring.

Humas Polinela, Adi, membenarkan bahwa kegiatan pembelajaran pada hari ini dilaksanakan secara daring.

Namun, kebijakan tersebut tidak berlaku untuk seluruh kegiatan akademik.

Kegiatan yang berkaitan dengan praktik tetap dilaksanakan, sedangkan perkuliahan dilakukan secara daring.

Untuk kegiatan perkuliahan berikutnya, pihak kampus akan kembali menjadwalkannya setelah kondisi dinyatakan aman dan normal.

Teknokrat Berlakukan Kuliah Daring Selama Tiga Hari

Universitas Teknokrat Indonesia juga mengambil langkah serupa.

Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H.M. Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A., mengimbau agar kegiatan perkuliahan dilaksanakan secara daring selama tiga hari.

Kebijakan tersebut dijadwalkan berlangsung hingga Rabu (9/9/2026). Meski demikian, keputusan tersebut masih dapat berubah menyesuaikan kondisi di lapangan.

Apabila situasi kembali memungkinkan, kegiatan perkuliahan dapat dilanjutkan seperti biasa.

Namun, jika kondisi justru memburuk, masa perkuliahan daring akan diperpanjang hingga waktu yang belum ditentukan.

Seluruh Perkuliahan ITERA Hari Ini Daring

Hal serupa juga diterapkan Institut Teknologi Sumatera (ITERA). Humas ITERA, Rudi, mengonfirmasi bahwa seluruh kegiatan perkuliahan hari ini dilaksanakan secara daring.

“Untuk hari ini seluruh perkuliahan dilakukan secara daring,” kata Rudi.

Menurutnya, hingga saat ini belum ada keputusan lebih lanjut terkait pelaksanaan perkuliahan secara luring.

Pihak kampus masih melihat dan memantau perkembangan kondisi akibat dampak abu vulkanik.

Kebijakan sejumlah perguruan tinggi tersebut menunjukkan bahwa aktivitas akademik tetap diupayakan berjalan meski kondisi lingkungan belum sepenuhnya normal.

Perkuliahan daring menjadi pilihan sementara sembari menunggu perkembangan situasi dan memastikan kondisi kembali aman untuk kegiatan tatap muka.

(Tribunlampung.co.id/ Bintang Puji Anggraini) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.