Kabut Asap Menyelimuti Dumai, Disdikbud Minta Pihak Sekolah Imbau Anak Didik Kenakan Masker
Firmauli Sihaloho September 07, 2026 03:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kota Dumai, masih terjadi  hingga saat ini Senin (7/9/2026).

Hingga saat ini Tim Satgas Karhutla, masih berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan yang melahap semak belukar dikawasan Bangsal Aceh, Kecamatan Sungai Sembilan.

Imbas maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Dumai serta wilayah sekitarnya, kabut asap tipis mulai menyelimuti sudut-sudut kota.

Menanggapi kondisi udara yang kian memburuk, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Dumai mulai mengambil langkah antisipatif dengan meminta pihak sekolah khususnya jenjang Sekolah Dasar (SD) serta mengimbau para siswanya agar mengenakan masker saat beraktivitas.

Kepala Disdikbud Dumai, Mukhlis Suzantri, menjelaskan bahwa meski surat edaran resmi belum diterbitkan, arahan lisan telah disampaikan secara merata ke sekolah-sekolah.

Langkah ini diambil secara intuitif melihat pandangan mata yang mulai tertutup asap.

"Kami masih menunggu rilis rekomendasi resmi dari BPBD Kota Dumai terkait Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Rekomendasi tersebut yang nantinya menjadi dasar kami untuk mengambil kebijakan lanjutan, termasuk kemungkinan pengalihan proses belajar-mengajar secara daring," ujar Mukhlis, Senin.

Ia menegaskan, imbauan pemakaian masker di tingkat SD diprioritaskan sebagai benteng perlindungan awal bagi anak-anak sembari menunggu keputusan resmi terkait status kedaruratan udara.

Baca juga: Kualitas Udara di Pelalawan Mendekati Sangat Tidak Sehat, Kabut Asap Kian Pekat

Baca juga: Penerbangan Ke Jakarta Batal Imbas Erupsi Gunung, Idgitaf Hampir 3 Hari Terjebak di Pekanbaru

Sementara, Kepala pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan bencana daerah (BPBD) kota Dumai, Wahyu Wicaksono, mengungkapkan, kondisi Karhutla di kota Dumai, masih terjadi di Bangsal Aceh, Kecamatan Sungai Sembilan. 

"Untuk Karhutla di Bangsal Aceh sekitar 4 hektare, dan saat ini  masih dilakukan pemadaman dan pendinginan dan kondisi cuaca masih panas terik ditambah angin kencang," katanya, Senin (7/9/2026).

Wahyu menambahkan, saat ini tim sedang fokus melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi Bangsal Aceh, titik tersebut sudah dilakukan proses pemadaman dan pendinginan.

"Lahan yang terbakar itu memang rata rata semak belukar dan berada di lahan gambut, dan ada juga lahan yang sudah ada tanaman sawitnya, saat ini tim sedang berjibaku untuk memadamkan dan mendinginkan karhutla," jelasnya. 

‎Ia menerangkan, karena kawasan yang terbakar itu berada di lahan gambut ditambah dengan angin kencang, serta cuaca sedang panas terik membuat Tim kualahan untuk melakukan pemadaman dan pendinginan.

‎Lebih lanjut dijelaskanya, ‎untuk sumber air tersedia, hanya saja jika angin kencang bisa saja api kembali muncul, pihaknya masih terus melakukan pendinginan.

Dirinya meminta kerjasama camat dan lurah untuk bersama-sama  memantau dan memaksimalkan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara di bakar.  

"Intinya harus ada kerjasama semua lini agar bisa memetakan dan mengantisipasi Karhutla yang terjadi di Dumai. Kami juga meminta doa kepada masyarakat Dumai, agar Karhutla di Dumai, bisa benar benar padam," pungkasnya.

(Tribunpekanbaru.com/donny kusuma putra‎)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.