Abu Vulkanik GAK Masih Terdeteksi, Penerbangan Belum Bisa Dipastikan Kapan Normal
Noval Andriansyah September 07, 2026 04:19 PM

Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan Pihak pengelola Bandara Internasional Radin Inten II Lampung belum dapat memastikan waktu pasti normalisasi operasional penerbangan akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

Baca juga: 5.222 Penumpang Terdampak Pembatalan Penerbangan di Bandara Radin Inten II, Bisa Refund 100 Persen

Kepastian rute penerbangan tertahan lantaran pemeriksaan berkala di area bandara masih mendeteksi keberadaan sebaran debu vulkanik di ruang udara setempat. 

Pengujian sampel udara dilakukan otoritas bandara bersama BMKG setiap satu jam sekali dengan metode pengujian lembar kertas (paper test).

Dampak penutupan sementara yang dituangkan dalam Notice to Airmen (NOTAM) hingga Senin (7/9/2026) pukul 18.00 WIB ini telah membatalkan 29 penerbangan dengan total 2.810 penumpang terdampak pada hari yang sama.

Secara akumulatif sejak Sabtu (5/9/2026), jumlah pengguna jasa penerbangan yang mengalami penundaan jadwal telah menembus angka 5.222 orang.

General Manager Bandara Internasional Radin Inten II, Kiki Eprina Arieanti, menegaskan bahwa keselamatan penerbangan menjadi prioritas mutlak yang tidak dapat ditawar.

"Kami melakukan paper test untuk abu vulkanik bersama dengan BMKG setiap satu jam sekali dan hasil pengujian masih menunjukkan indikasi positif abu," ujar Kiki saat memberikan keterangan di Bandara Radin Inten II, Senin (7/9/2026).

Meskipun intensitas paparan debu vulkanik terpantau mengalami penurunan dibandingkan kondisi pada Sabtu (5/9/2026) dan Minggu (6/9/2026), potensi bahaya sekecil apa pun tetap menjadi pertimbangan utama penghentian rute terbang.

"Secara intensitas dibanding hari Sabtu dan Minggu memang berkurang, tetapi abunya masih ada. Karena prinsip penerbangan sifatnya zero tolerance, paper test harus benar-benar menunjukkan hasil negatif sebelum dinyatakan layak untuk terbang," jelas Kiki.

Terkait dengan batas waktu penutupan operasional berdasarkan NOTAM, Kiki mengaku belum bisa menjamin penerbangan dapat langsung beroperasi kembali secara normal usai batas pkl 18.00 WIB.

"Kami berharap kondisi ini secepatnya normal. Namun karena ini fenomena alam bencana di luar kendali kita, kami belum bisa memastikan kapan operasional akan benar-benar berakhir dan kembali dibuka," pungkasnya.

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.