TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi sejak Jumat (4/9/2026) menyebabkan abu vulkanik menyebar hingga sejumlah wilayah, termasuk Jabodetabek.
Selain berpotensi mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat, abu vulkanik juga perlu diwaspadai oleh pemilik kendaraan, karena dapat merusak bagian luar mobil apabila dibersihkan dengan cara yang salah.
Baca juga: Abu Vulkanik Anak Krakatau Bergerak ke Barat, 8 Bandara Ditutup Sementara, Selat Sunda Aman
"Mobil kalian tiba-tiba berdebu dengan abu vulkanik. Kalian nggak perlu panik, karena kalian bisa lakukan tiga hal ini," tutur Ridwan dikutip dari Instagram resminya, Senin (7/9/2026).
1. Jangan Langsung Dilap, Pilih Pakai Blower
Cara pertama yang dianjurkan Ridwan ialah membersihkan abu vulkanik menggunakan blower dan pemilik kendaraan juga harus menggunakan perlindungan diri, terutama masker dan kacamata.
"Kenapa nggak boleh langsung dilap dan pakai blower saja. Soalnya abu vulkanik itu mengandung silika, yaitu bahan dasar kaca atau coating. Kalau misalkan kita zoom di mikroskop, itu tajam-tajam bentuknya. Kebayang kan mobil kita dilap itu bisa langsung gores," jelas Ridwan.
2. Siram Mobil dari Atas
Apabila tidak memiliki blower, pemilik mobil bisa menggunakan air untuk membersihkan abu vulkanik. Disarankan penyiraman dilakukan dari bagian atas kendaraan hingga ke bawah agar abu benar-benar terbawa air dan jatuh dari permukaan mobil.
Pemilik mobil juga harus memastikan seluruh abu benar-benar terbilas. Sebab, abu yang tersisa kemudian terkena air berpotensi mengeras dan menempel pada permukaan kendaraan.
"Pastiin kalau misalkan kalian siram itu benar-benar harus sampai rontok ke bawah. Karena kalau dia nyisa kita kasih air, dia langsung kayak semen. Jadi bisa mengeras di cat mobil kita. Makanya juga jangan disiram ke radiator kalian, karena nanti bisa ngeblok radiator dan bisa rusak," ucap Ridwan.
3. Gunakan Wiper Jika Abu Vulkanik Turun Saat Berkendara
Sementara itu, Ridwan juga memberikan tips bagi pengemudi yang sedang berada di jalan ketika abu vulkanik turun cukup tebal. Dalam kondisi darurat, keselamatan dan jarak pandang harus menjadi prioritas utama.
Apabila visibilitas sudah terganggu sementara tidak tersedia air maupun alat untuk membersihkan kaca, penggunaan wiper dan cairan washer dapat dilakukan untuk membantu menjaga pandangan pengemudi.
"Kalau misalkan kalian lagi di jalan terus abu vulkaniknya sudah parah banget tapi kalian nggak punya air, nggak punya blower, nggak punya apa pun itu, sudah, mau nggak mau pakai wiper saja. Kasih ke air wiper, yang penting visibilitas bisa bagus. Karena kalau visibilitas kita jelek terus jadi kecelakaan, itu lebih parah daripada kita mengganti kaca," ungkap Ridwan.
Dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih menjadi perhatian, pemilik kendaraan disarankan segera membersihkan abu vulkanik yang menempel menggunakan cara yang tepat.