Tampang 2 Pelaku Pembunuhan Kakak-Adik di Banyuasin, Salah Satunya Pacar Korban, Sempat Ikut Yasinan
Shinta Dwi Anggraini September 07, 2026 05:01 PM

TRIBUNSUMSEL.COM - Polisi mengungkap identitas RS alias Rendi (27) dan Andika (25), pelaku pembunuhan terhadap dua saudara perempuan, Rani (18) dan Ayuhana (13), yang kerangkanya ditemukan di Perumahan Amanah, Banyuasin pada Minggu (6/9/2026).

Adapun, kakak beradik di Talang Kelapa, Banyuasin, Sumatera Selatan ini sempat dilaporkan hilang sejak 27 Oktober 2021.

Dalam waktu sekitar enam jam sejak penemuan kerangka tersebut, polisi berhasil mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam perkara pembunuhan tersebut.

Rendi (27), salah satu pelaku utama, tak lain adalah pacar dari korban Rani.

Baca juga: Sosok 2 Pelaku Pembunuhan Kakak Adik di Banyuasin Ditemukan Tinggal Kerangka usai 5 Tahun Hilang

OLAH TKP - (kiri) Kerangka motor ditemukan di parit di Talang Kelapa, Sumsel. (kanan) TKP penemuan dua kakak adik yang tinggal kerangka usai 5 tahun hilang.
OLAH TKP - (kiri) Kerangka motor ditemukan di parit di Talang Kelapa, Sumsel. (kanan) TKP penemuan dua kakak adik yang tinggal kerangka usai 5 tahun hilang. (Instagram/@polisi_sumsel)

Sebelum ditangkap, pria yang sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan tersebut diketahui baru menikah selama dua minggu.

Di balik tertangkapnya pelaku, Rendi bersandiwara untuk menutupi aksi kejamnya selama bertahun-tahun.

Demi mengelabui keluarga korban dan menghilangkan jejak, pelaku Rendi ikut membantu pencarian korban saat dilaporkan menghilang.

Bahkan, pelaku pernah menghadiri acara Yasinan yang digelar keluarga tak lama setelah korban menghilang.

Menurut ibunda korban, Helmi Nursidah (50), pihak keluarga sebenarnya sudah menaruh kecurigaan terhadap Rendi sejak awal menghilangnya kedua korban pada 27 Oktober 2021 lalu.

Hingga setelah pengajian, pihak keluarga sempat mencecar Rendi terkait hilangnya dua anak tersebut.

Rendi bahkan menyatakan berani bersumpah bahwa dirinya tidak terlibat dalam menghilangnya sang kekasih.

Upaya Rendi mengelabui keluarga korban selama lima tahun akhirnya terhenti setelah warga menemukan kerangka manusia dan sepeda motor milik korban pada Minggu (6/9/2026).

Baca juga: Kronologi Hilangnya Kakak Adik Sejak 2021 hingga Ditemukan Tewas Tinggal Kerangka di Banyuasin

Dengan petunjuk kecurigaan dari pihak keluarga, polisi bergerak cepat langsung membekuk Rendi di wilayah Kenten, Kecamatan Talang Kelapa.

Dari hasil pengembangan Rendi, polisi juga menangkap rekannya, AD alias Andika (25), di wilayah Sei Sedapat, Kecamatan Talang Kelapa.

Kedua tersangka kemudian diamankan untuk menjalani proses hukum dan pemeriksaan lebih lanjut di Polsek Talang Kelapa.

Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino melalui Kasi Humas Polres Banyuasin IPTU Abu Bakar membenarkan penangkapan kedua pelaku setelah menerima laporan warga.

"Begitu menerima informasi penemuan kerangka manusia, personel langsung bergerak melakukan pengamanan TKP, pemeriksaan saksi, pengumpulan barang bukti, dan penyelidikan. Dari rangkaian penyelidikan tersebut, dua orang yang diduga terlibat berhasil diamankan dalam waktu sekitar enam jam," ujar IPTU Abu Bakar, Senin (7/9/2026).

Selain mengamankan kerangka korban dan kendaraan, petugas turut menyita barang bukti pribadi milik korban yang masih tersisa di lokasi kejadian, seperti tas berisi buku sekolah, pakaian sekolah, jilbab, sepatu, kalung, gelang tangan, serta dua buah cincin.

Atas perbuatan keji tersebut, kedua tersangka disangkakan dengan tindak pidana pembunuhan berencana atau pembunuhan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 459 KUHP atau Pasal 458 KUHP.

Kronologi Penemuan Kerangka  

Aksi keji keduanya terbongkar bermula pada Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 10.12 WIB, saat seorang warga bernama Rohani alias Otong hendak mencari kayu di sekitar Perumahan Amanah.

Otong secara tidak sengaja menemukan bangkai sepeda motor di dalam parit.

Temuan itu kemudian dilaporkan ke Ketua RT setempat, Heri Fauzi.

Heri kemudian datang ke lokasi untuk mengecek sepeda motor tersebut dan memeriksa sebuah rumah kosong yang berada sekitar 10 meter dari lokasi.

Saksi lantas dikejutkan dengan penemuan kerangka manusia yang sudah tinggal tulang-belulang.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan penanganan dan penyelidikan lebih lanjut.

Dari hasil pendalaman awal, kerangka tersebut berkaitan dengan kasus hilangnya dua perempuan, Rani dan Ayuhana, yang sebelumnya diketahui meninggalkan rumah pada Rabu, 27 Oktober 2021 sekitar pukul 07.00 WIB dengan mengendarai sepeda motor untuk bersekolah.

Namun, hingga sore hari, keduanya tidak kunjung kembali dan tidak diketahui keberadaannya.

Pihak keluarga kemudian melakukan pencarian, tetapi keberadaan keduanya tidak ditemukan.

(*)

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.