TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT – Kabar gembira bagi masyarakat Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah.
Setelah lebih dari satu bulan diselimuti cuaca panas dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sejumlah wilayah setempat, akhirnya diguyur hujan ringan pada Senin (7/9/2026) siang.
Meski intensitasnya tidak lebat dan hanya berlangsung dalam waktu singkat di beberapa lokasi, turunnya hujan tetap menjadi perhatian warga.
Rintik hujan terlihat membasahi kawasan Jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan Metro TV di Kota Sampit.
Di tengah kondisi kualitas udara yang masih terdampak asap karhutla, kemunculan hujan tersebut setidaknya memberi sedikit perubahan suasana.
Baca juga: Hujan Mulai Turun di Lamandau, 1.021 Hotspot Masih Terdeteksi
Permukaan jalan yang sebelumnya kering mulai tampak basah, sementara suhu udara terasa lebih sejuk dibandingkan beberapa hari terakhir.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit, Suci Priatin Ningsih membenarkan, adanya hujan ringan yang terjadi di sejumlah wilayah Kotim pada siang hari.
Menurutnya, berdasarkan pemantauan radar cuaca BMKG, terdapat awan hujan yang berkembang di beberapa wilayah bagian tengah Kabupaten Kotawaringin Timur.
"Kalau dilihat dari radar, memang ada potensi hujan di wilayah Kelurahan Mentawa Baru Ketapang, Baamang, Mentaya Hilir Utara, Telawang, dan wilayah tengah Kotim," ujar Suci saat dikonfirmasi, Senin (7/9/2026).
Ia menjelaskan, pembentukan awan hujan tersebut menjadi penyebab turunnya hujan ringan di beberapa titik wilayah Sampit dan sekitarnya.
Meski demikian, hujan yang terjadi belum merata dan tidak berlangsung dengan intensitas tinggi. Sebagian wilayah lainnya masih didominasi cuaca berawan hingga cerah.
BMKG juga terus memantau perkembangan cuaca di Kotim.
Mengingat, wilayah tersebut masih berada dalam periode musim kemarau dan menghadapi ancaman karhutla yang belum sepenuhnya mereda.
Kehadiran hujan ringan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kelembapan udara,
Selain itu, tentu mengurangi potensi munculnya titik api baru, meskipun dampaknya masih terbatas karena curah hujan yang turun relatif rendah.
Warga pun diimbau tetap mewaspadai perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu serta terus mengikuti informasi resmi yang disampaikan BMKG terkait prakiraan cuaca dan potensi hujan di wilayah Kotawaringin Timur.