Kena Pukul Kayu Saat Melintas di Balap Liar Purwokerto, Syaif Meninggal
Daniel Ari Purnomo September 07, 2026 05:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Seorang remaja asal Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penganiayaan saat pembubaran balap liar di Purwokerto.

Korban bernama Syaif Hidayat (13) mengembuskan napas terakhir usai dihantam pukulan tatkala melintas mengendarai sepeda motor bersama temannya pada Sabtu (5/9/2026) dini hari.

Insiden pembubaran arena balap liar yang berujung kericuhan tersebut mendadak viral serta menyedot atensi publik di media sosial.

Baca juga: Pelajar SMP Tewas Diduga Dikeroyok saat Pembubaran Balap Liar di Purwokerto, Begini Kata Polisi

Aksi Pemukulan Kayu

Berdasarkan penuturan pihak keluarga, korban mulanya pergi berkumpul di kawasan menara bersama dua rekannya pada Jumat (4/9/2026) malam.

Mereka lantas beranjak pulang sekira pukul 03.00 WIB, Sabtu (5/9/2026) dini hari, menempuh rute Karangbawang menuju arah Berkoh.

Tatkala melintasi lokasi yang tengah dilanda kericuhan akibat pembubaran balap liar, Syaif yang sedang berboncengan motor mendadak dihantam menggunakan batang kayu.

Hantaman keras tersebut mengenai area kepala serta lengan Syaif.

Salah seorang kerabat almarhum, Ukas, menegaskan bahwasanya Syaif sama sekali tidak menyadari adanya kerusuhan di jalur tersebut.

Ia juga memastikan bahwa korban tidak pernah terlibat dalam aksi balap liar.

Kondisi Luka Korban

Sesudah berhasil memacu kendaraan melarikan diri dari tempat kejadian dalam suasana panik, Syaif lantas tiba di kediaman salah satu kawannya.

Di lokasi tersebut, Syaif mulai merintih sakit pada bagian kepala serta meratapi pusing yang hebat.

Saat hendak diantarkan pulang oleh rekannya, kondisi tubuh korban terpantau sudah hilang keseimbangan dan sempoyongan.

"Dia mengeluhkan kepalanya sakit dan pusing. Saat mau diantar pulang oleh temannya juga sempat sempoyongan," katanya.

Syaif akhirnya berhasil menggapai rumahnya.

Akan tetapi, selang beberapa saat, tetangga sekitar mendapati korban sudah terkapar tidak sadarkan diri di area pekarangan depan rumah.

Korban sempat mengalami kejang-kejang sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit demi memperoleh tindakan medis darurat.

Berdasarkan keterangan hasil pemeriksaan tim medis yang diterima keluarga, Syaif menderita pendarahan otak hebat serta patah tulang pada bagian lengan.

"Hasil pemeriksaan medis menunjukkan Syaif mengalami pendarahan otak dan patah tulang pada lengan sehingga nyawanya tidak tertolong," terangnya.

"Di bawa RS baru tau kalo kepalanya benjol besar baru tahu karrna kondisi rambutnya sangat tebal dan lurus ke atas jadi seperti baik-baik aja tidak ada luka," katanya melalui pesan singkat.

Pihak keluarga kembali menegaskan bahwa Syaif tidak ambil bagian dalam atraksi balap liar tersebut.

Kala insiden berlangsung, Syaif mengendarai sepeda motor Honda Supra Fit milik orang tuanya.

Keluarga menyebutkan kendaraan tersebut murni dipakai untuk sarana bepergian bersama kawannya, bukan guna mengikuti ajang balap liar.

Penyelidikan Pihak Kepolisian

Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Banyumas, Kompol Ardi Kurniawan, mengutarakan bahwasanya jajarannya belum menerima laporan resmi terkait musibah tersebut.

Kendati demikian, aparat kepolisian tetap melangkah menggelar penyelidikan guna menyingkap tabir rangkaian peristiwa yang sebenarnya.

Ardi menyampaikan bahwa petugas di lapangan masih menghimpun beragam data dan keterangan sebelum membeberkan perkembangan penanganan kasus secara menyeluruh.

"Nanti kita segera sampaikan ya, mekelusuri karena masih penyelidikan, nanti kita sampaikan kalau sudah lengkap," katanya, Senin (7/9/2026).

Aparat kepolisian masih mendalami seluruh kronologi kejadian, termasuk menghimpun informasi mengenai dugaan pengeroyokan serta kaitannya dengan pembubaran aksi balap liar.

Proses penyelidikan terus digencarkan guna memastikan penyebab pasti hingga Syaif menderita luka berat hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.