POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Prestasi membanggakan ditorehkan tiga santriwati asal Kabupaten Belitung Timur. Tim Syarhil Qur'an putri yang terdiri dari Adinda (17), Feby Dwi Aulia (16), dan Nadifha Sepira Ramadani (16) berhasil melenggang ke MTQ Tingkat Nasional XXX di Semarang, Jawa Tengah.
Ketiganya menjadi wakil Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada ajang bergengsi yang juga merupakan momen perdana bagi Belitung Timur.
Pendamping sekaligus pembina tim, Nurul Adli, menjelaskan bahwa torehan ini memecahkan rekor karena sebelumnya belum pernah ada perwakilan Belitung Timur dari cabang Syarhil Qur'an yang mampu menembus level nasional.
"Untuk Belitung Timur khususnya ini memang perdana. Yang meraih juara satu di tingkat provinsi pun baru pertama kali ini, hingga akhirnya terpilih mewakili ke nasional," ujar Nurul kepada Posbelitung.co usai audiensi bersama Wakil Bupati Belitung Timur, Senin (7/9/2026).
Nurul menceritakan, perjalanan panjang trio santriwati asal TPA Al Marhamah Desa Kelubi ini dimulai saat berlaga di ajang MTQ Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun lalu.
Saat itu, tim Syarhil Qur'an Beltim berhasil menuntaskan perlawanan utusan dari tujuh kabupaten/kota se-Bangka Belitung dan menyabet gelar juara pertama.
Namun, tiket menuju kompetisi nasional tidak serta merta didapatkan begitu saja oleh Adinda dan kawan-kawan.
Sekitar dua bulan lalu, pihak LPTQ Provinsi melakukan seleksi kembali, dimana mereka memadukan serta menguji ulang performa peraih juara satu dan juara dua tingkat provinsi.
"Dua bulan lalu, peringkat satu dan peringkat dua provinsi diseleksi kembali secara mendalam sampai akhirnya mereka bertiga yang dinyatakan secara resmi terpilih untuk berangkat ke nasional," jelas Adli.
Adapun untuk mematangkan persiapan, tim telah merampungkan dua kali pemusatan latihan (training center) bersama tim pelatih LPTQ Provinsi di Tanjungpandan.
Hingga Jumat (11/9/2026) mendatang, Nurul mengatakan skema pemantapan materi terus berlanjut secara jarak jauh.
"Sampai sekarang pun anak-anak masih terus digembleng latihan bersama pembina provinsi melalui mode daring," ungkapnya.
Terkait teknis perlombaan, Adli menjelaskan bahwa ketiga anak asuhnya diwajibkan menguasai dan menyiapkan empat judul naskah syarhan yang berbeda.
Tiga peran dalam tim, yakni pensyarah (orasi retorika), qariah (pembaca Al-Qur'an), dan sari tilawah (penyampai terjemahan), harus menguasai penuh seluruh materi tersebut.
Tantangannya, kata Nurul, terletak pada sistem pengundian naskah yang dilakukan secara mendadak oleh panitia nasional menjelang babak penyisihan.
"Mereka disiapkan empat judul naskah. Nanti 24 jam sebelum tampil baru cabut undi. Dari situ keluar satu judul, dan dalam waktu 24 jam itulah judul tersebut yang dimantapkan untuk babak penyisihan," katanya.
Khairil pun berterima kasih kepada Wakil Bupati Khairil Anwar yang telah meluangkan waktunya untuk bertemu mereka hari ini. Nurul mengatakan dukungan dari pimpinan daerah sangat penting dalam mendongkrak mental bertanding para peserta.
"Alhamdulillah anak-anak sangat termotivasi karena didukung penuh oleh pemerintah daerah. Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas perhatian Pemkab Beltim. Di sisa waktu 3-4 hari ini, mental mereka semakin dikuatkan," ucapnya.
Adli berharap, keberhasilan perdana ini tidak hanya membuahkan trofi di tingkat nasional, tetapi juga memicu semangat para pembaca dan pengulas Al-Qur'an di Belitung Timur.
"Harapan kami tentu mereka diberikan kelancaran saat tampil nanti. Lebih dari itu, karena ini Syarhil pertama kita yang lolos nasional, semoga bisa menjadi motivasi besar bagi adik-adik Generasi Muda Qur'ani di Belitung Timur ke depan," harapnya. (Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)