TRIBUNNEWS.COM - Persabaya Surabaya harus melakoni perjalanan pulang dari Lampung ke Surabaya tidak seperti biasanya.
Bukan pesawat yang membawa rombongan Bajul Ijo kembali ke Kota Pahlawan. Armada Bernardo Tavares itu harus menempuh perjalanan darat dan laut setelah penerbangan terganggu akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Bagi kapten Persebaya, Francisco Rivera, perjalanan tersebut menghadirkan pengalaman baru.
Pemain asal Meksiko itu untuk pertama kalinya merasakan perjalanan menggunakan kapal ferry selama berada di Indonesia.
Perjalanan panjang itu harus ditempuh setelah Persebaya melakoni pertandingan perdana Super League 2026/2027 melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Sabtu (5/9/2026).
Pertandingan berakhir imbang 1-1.
Persebaya sempat berada di atas angin setelah Yann Mabella membawa Green Force unggul lebih dulu pada menit ke-13.
Namun, Bhayangkara Presisi Lampung FC mampu menyamakan kedudukan pada babak kedua lewat aksi Allano sehingga kedua tim harus berbagi angka.
Seusai pertandingan, rombongan Persebaya sebenarnya dijadwalkan kembali ke Surabaya menggunakan pesawat.
Namun, rencana tersebut berubah setelah erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada operasional penerbangan.
Rombongan pun harus mencari jalur alternatif.
Manajer tim Persebaya, Siddik Maulana Tualeka atau yang akrab disapa Alex, menjelaskan skuad Green Force berangkat menggunakan bus menuju Pelabuhan Bakauheni.
Dari sana, mereka menyeberang menggunakan kapal menuju Pelabuhan Merak, Banten.
Setelah tiba di Merak, perjalanan belum selesai. Rombongan kembali melanjutkan perjalanan menggunakan bus hingga menuju Surabaya.
Dengan rute tersebut, para pemain harus melewati perjalanan darat dan laut sebelum akhirnya kembali ke markas mereka.
Baca juga: Persib Bandung Kalahkan PSM 3-1 dengan Cara Tak Biasa, Igor Tolic Puji Thom Haye Cs
Kepten Persebaya, Francisco Rivera menceritakan perjalanan kali ini terasa berbeda dibandingkan perjalanan tandang yang biasa dilakukan bersama Persebaya.
Ia mengaku baru kali ini harus menyeberang menggunakan kapal selama berada di Indonesia.
"Ini pertama kalinya saya melakukan perjalanan seperti ini, naik kapal di Indonesia, setelah itu naik bus," kata Rivera, dikutip dari laman resmi klub.
Meski perjalanan panjang cukup menguras tenaga, Rivera berusaha melihat sisi positifnya.
Ia merasa pengalaman tersebut membuat para pemain bisa merasakan sedikit gambaran tentang apa yang dilakukan suporter ketika mengikuti perjalanan tandang Persebaya.
Bukan cuma soal jarak, tetapi juga waktu dan perjuangan yang harus dilewati demi bisa berada di sisi tim kesayangan.
"Ini pengalaman baru untuk melakukan perjalanan seperti ini ke Surabaya. Kami bisa memahami para suporter yang melakukan perjalanan yang sama untuk mendukung kami," kata Rivera.
"Saya berharap semuanya baik-baik saja sehingga kami bisa segera sampai di Surabaya," tutur pemain berusia 31 tahun tersebut.
Perjalanan panjang dari Lampung ke Surabaya tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Persebaya.
Apalagi, kompetisi Super League 2026/2027 baru saja dimulai. Setelah menghabiskan tenaga di pertandingan dan perjalanan, skuad asuhan Bernardo Tavares harus segera memulihkan kondisi.
Persebaya kini menatap pertandingan kandang pertama mereka di Super League musim ini dengan menjamu PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (13/9/2026) pukul 19.00 WIB.
Laga tersebut menjadi kesempatan Persebaya memburu kemenangan perdana setelah hanya membawa pulang satu poin dari Lampung.
PSIM juga memiliki modal yang sama. Laskar Mataram mengawali musim dengan hasil imbang 1-1 saat menghadapi Persita Tangerang.
Menarik dinantikan, akankah laga ini menjadi momentum bagi Bajul Ijo untuk bangkit meraih tiga poin di hadapan Bonek dan Bonita?
(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)