Laporan Wartawan Tribun Sumsel, Edison Bastari
TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Sesosok mayat perempuan bernama Ertasiah (52), warga Desa Pangkul, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih, ditemukan tewas di pinggir rel kereta api Km 08 Desa Pangkul, Senin (7/9/2026) sekitar pukul 11.50 WIB.
Korban yang berprofesi sebagai petani sekaligus pembuat kue untuk dititipkan di warung-warung tersebut diduga tewas setelah tertabrak kereta api batubara jurusan Kertapati Palembang-Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim.
Saat ditemukan, jenazah korban mengalami luka cukup parah pada bagian tubuh dan dalam kondisi tertelungkup di pinggir rel kereta api wilayah Desa Pangkul.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun Sumsel, penemuan jenazah tersebut bermula dari laporan petugas Pengamanan Objek Vital Kereta Api (Polsuska) M Runzul Fahmi.
Ia mendapat informasi dari masinis mengenai adanya warga yang tertabrak kereta api.
Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Polres Prabumulih, Polsek Cambai, dan Tim Identifikasi Inafis segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan serta olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Petugas kemudian memeriksa kondisi dan posisi korban, mengamankan barang bukti, mendokumentasikan lokasi kejadian, serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
Dalam proses identifikasi, Tim Inafis berhasil mengetahui identitas korban melalui KTP yang ditemukan di dalam tas milik korban.
Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada Bhabinkamtibmas Desa Pangkul Bripda Gilang untuk selanjutnya disampaikan kepada Kepala Desa Pangkul Zakaria dan pihak keluarga korban.
Setelah proses di lokasi selesai, jenazah korban dievakuasi ke RSUD Kota Prabumulih guna menjalani pemeriksaan medis dan penanganan lebih lanjut sesuai prosedur.
Kepolisian juga telah melakukan koordinasi dengan pihak keluarga terkait proses selanjutnya.
Baca juga: Detik-detik Mengerikan Minibus Tertabrak Kereta Api di Prabumulih, Sudah Diklakson Masinis, 4 Tewas
Kapolsek Cambai Kota Prabumulih IPTU Haryoni Amin, SH, saat dikonfirmasi membenarkan adanya penemuan jenazah tersebut.
Haryoni mengatakan, personel telah melakukan sejumlah langkah kepolisian, mulai dari mendatangi TKP, melakukan olah TKP bersama Tim Inafis, mengevakuasi korban, mengamankan barang bukti, hingga berkoordinasi dengan keluarga korban.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Prabumulih Iptu Jon Kenedi menjelaskan, proses penyelidikan masih dilakukan untuk mengetahui secara pasti penyebab terjadinya kecelakaan tersebut.
“Kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi dan penyebab pasti kejadian. Seluruh tahapan penanganan TKP dan proses identifikasi telah dilakukan sesuai prosedur kepolisian,” ujarnya.
Berdasarkan informasi awal, kejadian diduga terjadi ketika korban berada di sekitar jalur rel dan kemudian tertabrak kereta api batubara rute Kertapati-Tanjung Enim.
Namun demikian, kepolisian belum menyimpulkan penyebab pasti kejadian dan masih melakukan pendalaman terhadap keterangan saksi serta fakta-fakta yang ditemukan di lapangan.
Polres Prabumulih mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan tidak melakukan aktivitas di jalur rel kereta api karena merupakan area yang berbahaya serta diperuntukkan bagi perjalanan kereta api.
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com