Wisatawan asal Australia Gagal Terbang ke Kuala Lumpur Gegara Erupsi Anak Krakatau
taryono September 07, 2026 07:19 PM

Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Erupsi Gunung Anak Krakatau tak hanya berdampak pada perjalanan penumpang domestik, tetapi juga wisatawan mancanegara yang hendak meninggalkan Lampung.

Baca juga: Usai Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kendaraan Menyeberang di Bakauheni Naik 9,6 Persen

Salah satunya Jahnu (23), wisatawan asal Australia yang sebelumnya berada di Krui, Kabupaten Pesisir Barat, untuk menikmati wisata surfing.

Jahnu seharusnya melanjutkan perjalanan dari Bandara Internasional Radin Inten II, Lampung Selatan, menuju Kuala Lumpur, Malaysia.

Namun, penerbangan yang hendak digunakannya dibatalkan akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Jahnu mengatakan dirinya perlu segera menuju Kuala Lumpur karena masa berlaku visanya telah habis.

"Saya dari Krui untuk surfing. Sekarang saya mau terbang ke Kuala Lumpur karena visa saya sudah habis," kata Jahnu saat ditemui di Bandara Radin Inten II, Senin (7/9/2026).

Meski penerbangannya dibatalkan, Jahnu masih menunggu kepastian mengenai keberangkatan selanjutnya.

"Saya masih menunggu kepastian. Belum tahu bagaimana selanjutnya," ujarnya.

Jahnu menjadi salah satu penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan di Bandara Radin Inten II pada Senin.

Berdasarkan keterangan manajemen Bandara Internasional Radin Inten II, sebanyak 15 penerbangan dari dan menuju bandara tersebut mengalami pembatalan hingga pukul 18.00 WIB.

Pembatalan tersebut dilakukan sebagai dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang memengaruhi kondisi penerbangan di wilayah Lampung.

Selain Jahnu, sejumlah penumpang domestik juga harus mengubah rencana perjalanan akibat pembatalan penerbangan.

Rusman (45), misalnya, sebelumnya dijadwalkan terbang menuju Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 09.30 WIB.

Namun, setelah penerbangannya dibatalkan, penumpang diminta menunggu kepastian hingga pukul 18.00 WIB. Rusman akhirnya memilih kembali ke Bandar Lampung daripada menunggu berjam-jam di bandara.

"Awalnya berangkat pukul 09.30. Tapi ternyata dibatalkan lagi, terus menunggu lagi sampai jam 6 sore nanti. Jadi pulang saja," kata Rusman.

Sementara itu, pihak Bandara Radin Inten II terus berkoordinasi dengan maskapai dan instansi terkait untuk menangani penumpang terdampak serta memperbarui informasi mengenai jadwal penerbangan.

Para penumpang juga diimbau memantau perkembangan jadwal penerbangan dan berkoordinasi langsung dengan maskapai sebelum kembali melakukan perjalanan.

General Manager Bandara Internasional Radin Inten II, Kiki Eprina Arieanti, mengatakan pembatalan penerbangan dilakukan untuk menjaga keselamatan penumpang dan kru pesawat.

"Pembatalan penerbangan ini dilakukan guna menjaga keselamatan baik penumpang maupun kru pesawat," kata Kiki.

Pihak bandara mengimbau calon penumpang untuk memantau perkembangan jadwal penerbangan dan berkoordinasi dengan maskapai sebelum melakukan perjalanan.

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.