Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Usai erupsi Gunung Anak Krakatau, kendaraan yang menyeberang di Pelabuhan Bakauheni Lampung naik 9,6 persen
Baca juga: 773 Penumpang Garuda Indonesia Terdampak Pembatalan Penerbangan di Radin Inten II Lampung
Aktivitas penyeberangan melalui Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, menunjukkan peningkatan setelah terjadinya erupsi Gunung Anak Krakatau.
Kenaikan tersebut terlihat dari volume kendaraan yang menyeberang melalui Pelabuhan Bakauheni pada periode 1-6 September 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
General Manager (GM) PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, mengatakan jumlah kendaraan yang menyeberang pada periode tersebut mengalami pertumbuhan 9,6 persen secara tahunan (year on year/YoY).
"Berdasarkan perbandingan produksi kendaraan periode 1-6 September 2025 dengan periode yang sama tahun 2026, terjadi peningkatan volume kendaraan secara keseluruhan," kata Partogi, Senin (7/9/2026).
Ia menjelaskan, pada 1-6 September 2025 tercatat sebanyak 38.730 kendaraan yang menyeberang.
Sementara pada periode yang sama tahun 2026 jumlahnya meningkat menjadi 42.462 kendaraan.
Dengan demikian, terjadi penambahan sebanyak 3.732 kendaraan atau tumbuh 9,6 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Partogi menyebut pertumbuhan kendaraan tersebut juga terlihat hampir setiap hari selama periode pemantauan.
Pada 1 September 2026, volume kendaraan tercatat tumbuh 12 persen dibandingkan hari yang sama tahun sebelumnya.
Kemudian pada 2 September tumbuh 20 persen dan pada 3 September meningkat 9 persen.
"Pada 4 September relatif stabil dengan pertumbuhan 0 persen. Pada 5 September terjadi penurunan sebesar 8 persen, namun kembali mengalami peningkatan signifikan pada 6 September sebesar 26 persen," ujarnya
Kenaikan paling signifikan tercatat pada 6 September 2026.
Jumlah kendaraan yang menyeberang mencapai 8.601 unit, meningkat dibandingkan 6.813 kendaraan pada tanggal yang sama tahun 2025.
Artinya, terdapat tambahan sebanyak 1.788 kendaraan dalam satu hari atau meningkat sekitar 26 persen secara tahunan.
Peningkatan arus kendaraan tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya mobilitas masyarakat melalui jalur penyeberangan Merak-Bakauheni setelah rangkaian aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Meski demikian, operasional penyeberangan di Pelabuhan Bakauheni tetap menjadi salah satu jalur transportasi penting yang menghubungkan Pulau Sumatera dan Jawa.
( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )