Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan- Sebanyak 773 penumpang Garuda Indonesia terdampak pembatalan penerbangan di Bandara Internasional Radin Inten II, Lampung Selatan, selama dua hari, 6–7 September 2026.
Baca juga: Sudah Dibersihkan Kotor Lagi, Petugas Bandara Radin Inten II Kewalahan Bersihkan Abu Vulkanik
Data tersebut berdasarkan catatan petugas Garuda Indonesia di Bandara Internasional Radin Inten II. Pada Senin (7/9/2026), sebanyak 517 penumpang terdampak dari empat penerbangan.
Rinciannya, penerbangan GA 73 yang dijadwalkan berangkat pukul 07.10 WIB tercatat membawa 127 penumpang.
Selanjutnya, GA 74 dengan jadwal pukul 12.35 WIB memiliki 128 penumpang, kemudian GA 75 pada pukul 14.10 WIB sebanyak 149 penumpang.
Sementara GA 72 yang dijadwalkan pukul 17.50 WIB tercatat membawa 113 penumpang.
Sehari sebelumnya, Minggu (6/9/2026), sebanyak 256 penumpang terdampak dari tiga penerbangan Garuda Indonesia.
Pada hari tersebut, GA 73 dengan jadwal pukul 07.10 WIB tercatat membawa 87 penumpang. Kemudian GA 75 pada pukul 14.10 WIB sebanyak 83 penumpang dan GA 72 pukul 17.50 WIB sebanyak 86 penumpang.
Dengan demikian, total penumpang Garuda Indonesia yang terdampak pembatalan penerbangan selama dua hari tersebut mencapai 773 orang.
Pembatalan penerbangan dilakukan menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK)dan berdampak terhadap operasional serta keselamatan penerbangan.
Untuk Senin (7/9/2026), Bandara Internasional Radin Inten II mencatat sebanyak 29 penerbangan dari dan menuju bandara dibatalkan hingga pukul 18.00 WIB.
General Manager Bandara Internasional Radin Inten II, Kiki Eprina Arieanti, mengatakan pembatalan penerbangan dilakukan untuk menjaga keselamatan penumpang dan kru pesawat.
"Pembatalan penerbangan ini dilakukan guna menjaga keselamatan baik penumpang maupun kru pesawat," kata Kiki.
Pihak bandara mengimbau calon penumpang untuk memantau perkembangan jadwal penerbangan dan berkoordinasi dengan maskapai sebelum melakukan perjalanan.
(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)