Tiga Santriwati Beltim Ungkap Perjuangan Lolos ke MTQ Nasional, Target Juara Satu
Asmadi Pandapotan Siregar September 07, 2026 07:21 PM

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Tiga remaja putri asal Kabupaten Belitung Timur berbagi kisah perjuangan mereka hingga terpilih mewakili Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Tingkat Nasional XXX cabang Syarhil Qur'an.

Ketiganya yakni Adinda (17), Feby Dwi Aulia (16), dan Nadifha Sepira Ramadani (16).

Mengenakan seragam batik TPA berwarna kuning, ketiganya duduk berbincang bersama Wakil Bupati Belitung Timur Khairil Anwar di ruang kerjanya, Kantor Bupati Belitung Timur, Desa Padang, Kecamatan Manggar, Senin (7/9/2026) siang.

Pertemuan tersebut turut didampingi pembina sekaligus pendamping mereka, Nurul Adli, serta empat pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Belitung Timur).

Ketiganya merupakan santriwati TPA Al Marhamah, Desa Kelubi, Kecamatan Manggar.

Dalam tim Syarhil Qur'an tersebut, Adinda bertindak sebagai pensyarah, Feby sebagai sari tilawah, sedangkan Nadifha bertugas sebagai qariah atau pembaca tilawah Al-Qur'an.

Adinda pun mewakili rekan-rekannya mulai menceritakan bagaimana awal mula tim mereka terbentuk hingga dinyatakan lolos seleksi provinsi.

"Untuk ke nasional itu aslinya mau menjalani seleksi langsung. Tapi waktu itu tiket keberangkatan habis, jadi kami harus menjalani seleksi secara online dari TPA di kampung," ujar Adinda kepada Posbelitung.co, Senin (7/9/2026).

Proses seleksi yang berlangsung sangat cepat itu, kata dia, menjadi ujian berat pertama bagi mereka. Karena waktu seleksi provinsi yang sudah mepet, ketiganya harus menghafalkan naskah syarhan tebal dalam hitungan jam.

"Awalnya dicek per bagian. Terus kami disuruh menghafal satu teks naskah yang panjangnya empat lembar. Itu dihafalkan dalam waktu yang sangat singkat, tidak sampai satu hari," ucapnya.

"Jam 10 malam itu baru selesai seleksi tahap awal, lalu kami langsung marathon menghafalkan naskah empat lembar itu sampai subuh," tambahnya.

Perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil manis ketika panitia provinsi mengumumkan nama Adinda, Feby, dan Nadifha sebagai perwakilan Kepulauan Bangka Belitung.

Adapun untuk proses membangun chemistry dan latihan, kata Adinda, relatif berjalan lebih mudah.

Alasannya karena mereka bertiga berasal dari satu kampung. Apalagi, mereka belajar dan tumbuh bersama di TPA Al Marhamah Desa Kelubi, Kecamatan Manggar. 

"Persiapan kami Alhamdulillah lancar dan sudah menjalani dua kali Training Center (TC) selama tiga hari berturut-turut di Tanjungpandan," ungkapnya.

Selanjutnya, selain latihan dari LPTQ, mereka juga melakukan latihan mandiri. 

Setiap malam usai mengerjakan tugas sekolah, ketiganya kerap berkumpul di TPA Al Marhamah atau menumpang di rumah Nadifha untuk latihan. 

"Kadang latihannya offline, kadang online. Tapi yang paling banyak persiapannya ya di kami sendiri karena kami satu kampung. Ketemunya di TPA, kadang di rumah Nadifha," cerita Adinda. 

Menjelang hari keberangkatan yang dijadwalkan pada Jumat (11/9/2026) mendatang, Adinda mengatakan mereka mulai memiliki perasaan yang campur aduk. Terlebih, ini adalah pengalaman perdana bagi mereka masing-masing. 

"Perasaannya pastinya deg-degan karena ini juga baru pertama kali kami ikut lomba sampai ke tingkat nasional. Rasanya wajar kalau agak deg-degan," ungkapnya. 

Kendati demikian, trio santriwati ini tidak main-main dalam memasang target pada kompetisi tersebut. 

"Target pastinya ada, kami ingin juara satu. Amin, Insyaallah," sebutnya. 

Sebagai penutup, Adinda, Feby, dan Nadifha berharap dapat memberikan penampilan terbaik dan membanggakan nama Kabupaten Belitung Timur serta Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di kancah nasional.

"Harapannya mudah-mudahan insyaallah kami bertiga bisa memberikan yang terbaik, memberikan prestasi terbaik buat Belitung Timur dan Bangka Belitung," tutupnya. (Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.