Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkulu Selatan mengungkap awal mula informasi dan imbauan terkait abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang mulai dirasakan masyarakat di wilayah tersebut.
Sebelum adanya imbauan resmi, BPBD Bengkulu Selatan belum dapat menyampaikan informasi tersebut secara luas. Hal itu karena pihaknya masih menunggu informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bengkulu.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bengkulu Selatan, Akisar Diardi, mengatakan pihaknya sebelumnya hanya menerima informasi awal dari masyarakat terkait adanya debu yang diduga merupakan abu vulkanik.
Diar mengatakan, pada Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 08.30 WIB, pihaknya memperoleh informasi sementara bahwa abu akibat erupsi Gunung Anak Krakatau telah mencapai wilayah Bengkulu Selatan.
Namun, informasi tersebut saat itu masih berasal dari laporan masyarakat sehingga BPBD belum dapat menyampaikannya sebagai informasi resmi.
“Dengan berjalannya waktu, besoknya kita baru dapat informasi yang resmi dari BMKG,” ujar Diar saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Senin (7/9/2026).
Terus Lakukan Siaga di Posko
Setelah mendapatkan informasi tersebut, BPBD Bengkulu Selatan langsung meningkatkan kesiapsiagaan melalui posko yang berada di halaman Kantor BPBD Bengkulu Selatan, Jalan Raya Padang Panjang No. 1, Kelurahan Pagar Dewa, Kecamatan Kota Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan.
Posko tersebut sebelumnya telah didirikan sejak awal Agustus 2026 untuk mengantisipasi kondisi musim kemarau dan potensi bencana kekeringan. Hingga awal September 2026, keberadaan posko masih dipertahankan sebagai pusat pemantauan dan koordinasi kebencanaan.
Tenda bantuan BNPB yang terpasang di halaman kantor BPBD juga masih digunakan sebagai bagian dari kesiapsiagaan petugas.
Di tengah kondisi tersebut, BPBD Bengkulu Selatan juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada. Saat ini, sejumlah wilayah Bengkulu Selatan masih berada dalam kondisi musim kemarau, meskipun hujan telah turun di beberapa wilayah, termasuk Kecamatan Kota Manna hingga Kecamatan Bunga Mas.
Hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir belum sepenuhnya mengubah kondisi di lapangan. Intensitas hujan yang terjadi cenderung singkat sehingga air belum banyak membasahi tanah.
Kondisi tersebut juga masih dirasakan sebagian masyarakat. Sejumlah warga mengeluhkan ketersediaan air yang belum bertambah, bahkan debit air sumur di beberapa lokasi justru semakin berkurang.
Karena itu, BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana selama musim kemarau. Warga diminta tidak melakukan pembakaran secara sembarangan serta menghindari aktivitas di sekitar pohon besar yang berpotensi tumbang, terutama ketika terjadi angin kencang.
Hingga Senin (7/9/2026), kondisi Bengkulu Selatan masih terasa panas dengan hembusan angin cukup kencang. Debu juga masih terlihat di sejumlah wilayah, menyusul adanya abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang sebelumnya telah dilaporkan mencapai Bengkulu Selatan.
Masyarakat diimbau tetap menjaga kesehatan dan mengikuti arahan dari instansi terkait. Warga yang beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan masker untuk mengurangi paparan debu dan abu vulkanik, serta menjaga kebersihan setelah beraktivitas di luar rumah.