BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Dalam rangka memperkuat kapasistas kepemimpinan, Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby bersama 29 kepala daerah di Indonesia mengikuti kursus kepemimpinan.
Orang nomor satu di Kota Banjarbaru itu mengikuti Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan IV Tahun 2026 yang diselenggarakan di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta.
Diketahui, KPPD ini merupakan program kolaborasi Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Purnomo Yusgiantoro Center (PYC), dan Kementerian Dalam Negeri.
Program ini dilaksanakan untuk memperkuat karakter kepemimpinan daerah, wawasan kebangsaan, kemampuan membaca dinamika strategis, serta kapasitas kepala daerah dalam menerjemahkan tantangan global menjadi kebijakan pembangunan daerah.
Di KPPD ini, peserta yang merupakan para kepla daerah mendapatkan pembekalan mengenai geopolitik, ketahanan nasional, kepemimpinan visioner, serta berbagai isu strategis yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.
Wali Kota Lisa Halaby mengatakan, pembekalan yang diikutinya tersebut menjadi kesempatan penting untuk memperkaya perspektif dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan di Kota Banjarbaru.
Menurutnya, kegiatan KPPD ini menjadi kesempatan untuk terus belajar, memperluas wawasan dan memperkuat perspektif dalam menjalankan kepemimpinan daerah.
“Mudah-mudahan seluruh pembelajaran yang diperoleh dapat diterapkan untuk menghadirkan kebijakan yang semakin tepat, inovatif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Banjarbaru,” katanya.
Wali Kota Lisa juga menegaskan bahwa kepemimpinan daerah membutuhkan kemampuan untuk melihat persoalan secara utuh.
Tidak hanya dari sisi pemerintahan, tetapi juga dengan mempertimbangkan kondisi sosial, ekonomi, keamanan, lingkungan, hingga perkembangan global yang dapat memberikan dampak terhadap daerah.
Melalui keikutsertaan dalam KPPD, Wali Kota Lisa berharap dirinya semakin memiliki perspektif kepemimpinan yang luas dan strategis, sehingga berbagai kebijakan pembangunan Banjarbaru ke depan dapat disusun secara lebih adaptif, terukur dan responsif terhadap perubahan zaman. (AOL)