SURYA.co.id, JEMBER - Antrean pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax masih terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Antrean tersebut terlihat pada Senin (7/9/2026), setelah dalam sepekan terakhir kondisi serupa terjadi di sejumlah SPBU di wilayah Jember.
Di kawasan perkotaan Jember, antrean bahkan mengular hingga ke badan jalan. Kondisi ini terjadi tidak hanya pada SPBU yang menyediakan BBM bersubsidi seperti Pertalite, tetapi juga SPBU yang menjual BBM nonsubsidi jenis Pertamax.
Sekitar pukul 15.00 WIB, antrean kendaraan roda dua terlihat di SPBU Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, Jember.
Baca juga: Antre BBM di Lumajang, Driver Ojol Terpaksa Batalkan 3 Orderan dalam Sehari Meta Description
Antrean pengendara meluber hingga Jalan Ahmad Yani dan memanjang sampai simpang tiga pertemuan Jalan Ahmad Yani dengan Jalan Gatot Subroto.
Petugas keamanan SPBU bersama personel kepolisian tampak mengatur antrean sekaligus arus lalu lintas di depan SPBU.
Kondisi serupa terlihat di SPBU Jalan Teuku Umar, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, sekitar pukul 10.30 WIB.
SPBU tersebut hanya melayani penjualan BBM nonsubsidi seperti Pertamax. Antrean kendaraan roda empat bahkan memanjang hingga Jalan Teuku Umar, sementara ratusan pengendara sepeda motor masih mengantre di halaman SPBU.
Salah seorang sopir mobil angkut sembako, Musfik, mengaku harus mengantre cukup lama untuk mendapatkan Pertamax.
"Saya antre sekitar setengah jam, tadi antre mulai dari jalan, sampai setengah jam ini belum sampai ke sana (dispenser SPBU)," ujar Musfik, seorang sopir mobil angkut sembako.
Musfik mengatakan kendaraan yang biasa dikemudikannya menggunakan Pertalite. Namun, panjangnya antrean Pertalite membuatnya memilih membeli Pertamax di SPBU Jalan Teuku Umar.
"Pertalite antre, ternyata di sini juga antre," ujarnya.
Menanggapi antrean BBM tersebut, Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan telah memanggil pihak Pertamina pada Minggu (6/9/2026) malam.
Fawait meminta Pertamina melakukan mitigasi terhadap gangguan distribusi BBM yang terjadi. Menurutnya, persoalan serupa bukan pertama kali terjadi di Jember.
Ia menjelaskan, pasokan BBM untuk wilayah Jember selama ini berasal dari depo Pertamina di Banyuwangi.
Dalam beberapa waktu terakhir, rantai distribusi BBM disebut mengalami gangguan akibat kemacetan jalur di sekitar depo Pertamina yang berada di kawasan Pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi.
Fawait membandingkan kondisi saat ini dengan dua kejadian serupa sebelumnya. Menurutnya, gangguan sebelumnya tidak hanya dipengaruhi faktor distribusi, tetapi juga kondisi global.
"Namun fenomena seperti ini sudah pernah terjadi sebelumnya, bahkan dua kali. Hanya saja yang dua kali sebelumnya, selain karena faktor distribusi, juga karena ada faktor global yakni perang Iran dan Amerika Serikat. Namun yang sekarang kan tidak, hanya murni karena faktor distribusi saja, adanya kemacetan di sekitar Pelabuhan Banyuwangi. Karena itu saya minta Pertamina melakukan mitigasi," ujar Fawait, Senin (7/9/2026).
Salah satu langkah yang diminta Fawait adalah mengubah pola rantai distribusi dan pengambilan BBM apabila terjadi kendala di Banyuwangi.
Ia menyebut Pertamina dapat mempertimbangkan pengambilan pasokan BBM dari wilayah lain, seperti Malang atau Surabaya, apabila kemacetan di sekitar Pelabuhan Banyuwangi berpotensi menghambat distribusi menuju Jember.
Langkah tersebut dinilai penting agar gangguan distribusi tidak kembali menyebabkan antrean panjang di SPBU dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Meski antrean masih terjadi di sejumlah SPBU, Fawait memastikan ketersediaan BBM di Kabupaten Jember dalam kondisi aman.
Karena itu, ia meminta masyarakat tidak membeli BBM secara berlebihan akibat khawatir terjadi kelangkaan.
"Pasokan BBM di Jember aman, jadi saya minta masyarakat tidak panic buying, dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan," tegas Fawait.