Erupsi Gunung Anak Krakatau Picu 'Panic Buying' Masker di Stasiun Depok Lama, Harga Naik 100 Persen 
Hironimus Rama September 07, 2026 11:29 PM

Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS - ​Lapak para penjual masker di kawasan Stasiun Depok Lama, Kota Depok, Jawa Barat, diserbu para calon penumpang KRL Commuter Line pada Senin (7/9/2026). 

​Peningkatan aktivitas jual beli ini terjadi seiring merebaknya kabar paparan debu halus dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang melanda wilayah Kota Depok. 

​Para pekerja yang mulai kembali beraktivitas di hari pertama kerja menjadi pembeli dominan yang berburu pelindung pernapasan tersebut.

Baca juga: Siswa Belajar di Rumah, Petugas Kebersihan SDN Anyelir 01 Depok Kerja Keras Siram Abu Vulkanik

​Seorang penjual masker setempat, Nurjanah (54), mengakui adanya lonjakan omzet penjualan dibandingkan hari-hari sebelumnya.

​“Ya meningkat hari ini aja, kemarin kan hari libur ya, baru hari ini alhamdulillah penjualannya beda dari kemarin,” ujar Nurjanah saat ditemui di lapaknya.

​Kenaikan permintaan pasar yang mendadak ini rupanya langsung berdampak pada penyesuaian harga jual eceran di tingkat pedagang.

​Nurjanah terpaksa mengerek harga pasaran masker lantaran modal belanja grosir di tingkat distributor sudah melonjak drastis.

​Tipe masker KF94 isi 10 lembar yang sebelumnya dijual seharga Rp10.000, kini meroket dua kali lipat menjadi Rp20.000 per bungkus.

​“Yang tadinya saya jual Rp10.000, sekarang jadi saya jual Rp20.000, karena saya belanjanya udah lebih dari Rp10.000,” tuturnya.

​Langkahnya menaikkan harga murni dipicu oleh lonjakan harga kulakan dari pusat grosir Pasar Asemka, Jakarta Barat.

​Kelangkaan pasokan barang di tingkat agen besar disinyalir menjadi pemicu utama merangkaknya harga grosir peranti kesehatan tersebut.

​Kondisi kelangkaan stok barang di pusat grosir Jakarta ini juga dirasakan oleh pedagang lainnya di sekitar stasiun, Aris (40).

​Lapak milik Aris bahkan terpaksa tutup lebih awal karena seluruh stok dagangannya sudah ludes diborong pembeli sejak sehari sebelumnya.

​Niat untuk menambah stok barang terhalang oleh kekosongan pasokan yang terjadi secara menyeluruh di tingkat agen.

​“Kemarin banyak lonjakan penjualan, tapi di agennya kosong, gak ada barangnya, padahal udah berangkat ke sana,” ungkap Aris.

​Saat ini Aris hanya bisa melipat tangan sembari menunggu kabar kepastian pasokan barang dari distributor langganannya di Pasar Asemka.

Sementara itu, seorang pembeli, Arina (33) mengaku pasrah dengan kenaikan harga masker.

“Gimana yah Mas, kondisinya lagi begini,” kata Arina.

Arina berharap dan berdoa agar erupsi Gunung Anak Krakatau berakhir, sehingga ia tidak lagi risau beraktivitas di luar ruangan. (m38)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.