Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Rektor Universitas Lampung (Unila) Lusmeilia Afriani memberikan respons terkait kontestasi Pemilihan Rektor (Pilrek) Unila periode 2027–2031. Namun, saat ditanya mengenai arah dukungannya, Prof Lusmeilia memilih tidak menjawab.
Baca juga: Antisipasi Dampak Abu Vulkanik GAK, Petugas Diskes Bandar Lampung Lakukan Pemantauan Door to Door
Prof Lusmeilia hanya berharap seluruh rangkaian suksesi kepemimpinan di Unila dapat berjalan dengan lancar.
"Semoga lancar suksesi pemilihan rektor Unila," kata Prof Lusi saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Senin (7/9/2026).
Untuk diketahui, kontestasi Pilrek Unila periode 2027–2031 akan diikuti enam bakal calon rektor yang telah menyerahkan berkas hingga hari terakhir pendaftaran pada Jumat (4/9/2026).
Keenam bakal calon tersebut berasal dari sejumlah fakultas dengan latar belakang dan pengalaman akademik yang beragam.
Mereka yakni Prof Warsito dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), yang mendaftarkan diri pada Selasa (18/8/2026).
Kemudian, Dr Budiono dari Fakultas Hukum yang mendaftarkan diri pada Rabu (19/8/2026).
Selanjutnya, Prof Asep Sukohar dari Fakultas Kedokteran yang mendaftarkan diri pada Kamis (20/8/2026).
Ada pula Prof Rudy dari Fakultas Hukum yang mendaftarkan diri pada Jumat (28/8/2026).
Dua bakal calon lainnya yakni Prof Anna Gustina Zainal, Dekan FISIP Unila, serta Prof Hamzah dari Fakultas Hukum. Keduanya mendaftarkan diri pada Kamis (3/9/2026).
Ketua Panitia Pemilihan Rektor Unila, Prof Muhammad Akib, sebelumnya menegaskan pentingnya menjaga kualitas proses pemilihan.
Ia berharap seluruh tahapan Pilrek Unila berlangsung tertib, lancar, transparan, dan berintegritas.
Akib juga mengingatkan seluruh kandidat untuk menghindari kampanye hitam maupun kampanye negatif selama proses pemilihan.
"Kami berharap semua calon fair, tidak melakukan kampanye-kampanye hitam atau black campaign atau negative campaign," tegasnya.
Menurut Akib, proses Pilrek Unila diharapkan tidak menimbulkan perpecahan di lingkungan kampus.
Setelah proses pemilihan selesai, seluruh elemen dan bakal calon yang tidak terpilih diharapkan kembali bersatu untuk membawa Unila semakin maju.
"Setelah selesai Pilrek ini semoga tidak saling terpecah. Unila satu, Unila maju ke depan," ujarnya.
Rangkaian Pilrek Unila kini memasuki tahapan pemeriksaan kesehatan jasmani dan rohani yang dijadwalkan berlangsung pada 4–14 September 2026.
Selanjutnya, seleksi administrasi dijadwalkan pada 15–21 September 2026.
Apabila jumlah pendaftar kurang dari empat orang, panitia masih menyediakan ruang untuk memperpanjang masa pendaftaran pada 22–30 September 2026.
Hasil seleksi administrasi dijadwalkan diumumkan pada 15 Oktober 2026.
Setelah tahapan administrasi, para bakal calon akan mengikuti proses penyaringan melalui penyampaian visi, misi, dan program kerja di hadapan sivitas akademika pada Oktober 2026.
Dari tahapan tersebut, Senat Unila akan menetapkan tiga calon rektor untuk melanjutkan proses pemilihan.
Ketiga nama tersebut kemudian dijadwalkan dikirimkan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada 30 Oktober 2026.
Tahap selanjutnya yakni pemilihan oleh Senat bersama kementerian yang dijadwalkan berlangsung pada November hingga Desember 2026.
Tahapan akhir Pilrek Unila dijadwalkan berlangsung pada 18 Januari 2027. Pada tanggal tersebut, rektor terpilih akan ditetapkan sekaligus dilantik untuk memimpin Universitas Lampung periode 2027–2031.
(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)