Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Bandar Lampung menerjunkan petugas kesehatan ke permukiman warga untuk melakukan pemantauan dan kunjungan dari rumah ke rumah sebagai langkah antisipasi dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK).
Baca juga: Erupsi GAK Ganggu Penerbangan, 70 Penumpang Dialihkan ke Pelabuhan Bakauheni
Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Bandar Lampung Muhtadi Arsyad Temenggung mengatakan, petugas melakukan langkah jemput bola dengan menyisir wilayah berdasarkan koordinasi dan laporan dari perangkat kelurahan.
Petugas diarahkan untuk mendatangi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, terutama di wilayah yang terdampak sebaran debu vulkanik.
"Petugas kami turun ke lapangan untuk melakukan pemantauan dan kunjungan dari rumah ke rumah berdasarkan koordinasi serta laporan dari perangkat kelurahan," kata Muhtadi, Senin (7/9/2026).
Menurut Muhtadi, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses pelayanan kesehatan di tengah kondisi lingkungan yang terdampak abu vulkanik.
Selain pengerahan petugas, Diskes Bandar Lampung juga menyiagakan 31 puskesmas sebagai fasilitas pelayanan bagi warga yang membutuhkan pemeriksaan maupun penanganan medis.
Muhtadi menjelaskan, pihaknya tidak mendirikan posko pelayanan kesehatan di area terbuka. Pemeriksaan dan penanganan warga diarahkan dilakukan di dalam ruangan atau fasilitas pelayanan kesehatan (faskes).
"Kami tidak mendirikan posko pelayanan di area terbuka. Untuk pemeriksaan dan penanganan medis diarahkan ke dalam ruangan atau fasilitas pelayanan kesehatan," ujarnya.
Meski pemantauan terus dilakukan, hingga saat ini Diskes Bandar Lampung belum menerima laporan gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan paparan debu vulkanik GAK.
Muhtadi mengatakan, belum terdapat laporan masyarakat mengenai keluhan pada saluran pernapasan akibat paparan debu vulkanik tersebut.
"Hingga saat ini belum ada laporan dari masyarakat terkait gangguan kesehatan seperti keluhan pernapasan akibat dampak debu vulkanik Gunung Anak Krakatau," katanya.
Di sisi lain, Diskes mengingatkan masyarakat untuk tetap melindungi diri dari paparan abu vulkanik, khususnya ketika harus beraktivitas di luar ruangan.
Warga yang bekerja maupun beraktivitas di luar gedung, seperti pedagang dan pengguna jalan, diimbau menggunakan masker.
Bagi pengendara sepeda motor, masyarakat juga disarankan menggunakan pelindung mata atau helm full face untuk mengurangi risiko debu masuk ke mata maupun saluran pernapasan.
"Untuk masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, terutama pedagang dan pengguna jalan, kami mengimbau agar selalu menggunakan masker. Pengendara sepeda motor juga sebaiknya menggunakan pelindung mata atau helm full face," ujar Muhtadi.
Sementara itu, warga yang berada di dalam rumah diminta menutup pintu, jendela, dan ventilasi apabila intensitas debu vulkanik meningkat.
Saat membersihkan rumah, warga juga disarankan menggunakan kain basah untuk mengurangi risiko debu kembali beterbangan dan terhirup.
Diskes mengimbau masyarakat segera memanfaatkan fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan setelah terpapar abu vulkanik.
(Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus)