SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Jalur menuju Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, dilanda kemacetan parah yang memicu kelelahan luar biasa bagi para sopir truk tronton.
Jarak tempuh yang biasanya singkat sepanjang 5 kilometer (km) kini memakan waktu hingga 22 jam, hampir setara dengan waktu perjalanan Jakarta ke Banyuwangi.
Kondisi merana itu dirasakan langsung oleh puluhan pengemudi kendaraan logistik yang tertahan belasan jam di kantong-kantong parkir sebelum bisa menyeberang ke Pulau Bali.
Baca juga: Antrean Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Masih 4 Km, Gapasdap Tawarkan Perluasan Dermaga
Salah seorang sopir truk tronton penyeberangan, Juniardi (40), mengaku sangat kelelahan akibat tertahan di kantong parkir Bulusan sejak Senin (7/9/2026) sore.
Meskipun perjalanan dari Jakarta menuju Banyuwangi berjalan lancar melalui jalur tol, ia justru terjebak kemacetan parah begitu memasuki wilayah Watudodol.
Laju kendaraan merayap amat lambat hingga memakan waktu hingga puluhan jam hanya untuk mencapai area parkir pelabuhan itu.
"Full tol, jadi cepat," kata Juniardi, Senin (7/9/2026).
"Setelah sampai Bulusan, masih menunggu lebih dari 10 jam, dan belum tahu kapan bisa menyeberang," lanjut pria asal Kabupaten Lamongan itu.
"Badan capek kurang tidur, uang berkurang, bahan bakar nambah," ungkapnya.
Baca juga: Polda Jatim Kerahkan 60 Polantas dan 30 Motor Patroli Urai Macet Ketapang Banyuwangi
Nasib serupa juga dialami oleh Mudano, sopir yang rutin melintasi rute Surabaya-Bali hingga tiga kali dalam seminggu untuk mengangkut pakan ternak.
Ia mengaku jengkel karena kemacetan parah menuju Pelabuhan Ketapang itu kerap berulang dan sangat merugikan para pengemudi.
Kondisi tersebut tak hanya menguras fisik dan waktu, namun juga menambah beban operasional harian para sopir di jalan raya.
"Saya seminggu bisa tiga kali dari Surabaya ke Bali membawa pakan ternak, sudah beberapa kali kena macet," ujar Mudano.
"Capek kalau macet terus, perjalanan kurang tidur, lapar juga," pungkasnya.