Karhutla Gunung Balamoa Sigi Meluas hingga 19 Hektare, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api
Regina Goldie September 08, 2026 02:24 PM

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Andika Satria Bharata 

TRIBUNPALU.COM, SIGI - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan Gunung Balamoa, Desa Balamoa, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Senin (7/9/2026).

Berdasarkan laporan TRC dan Pusdalops BPBD Provinsi Sulawesi Tengah serta BPBD Kabupaten Sigi, kebakaran mulai terjadi sekitar pukul 12.57 WITA dan dilaporkan pada pukul 17.25 WITA.

Api pertama kali ditangani secara mandiri oleh masyarakat. Penanganan kemudian diperkuat Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sigi yang menggunakan Alkon untuk menjangkau titik api di bagian bawah gunung.

Namun, kondisi medan menjadi kendala dalam proses pemadaman.

Titik api di bagian atas gunung mengalami perluasan dan sulit dijangkau tim karena berada di kawasan dengan medan yang terjal.

Baca juga: Wabup Sigi Ingatkan Warga Hindari Pinjol, KTP Jangan Dipinjamkan Sembarangan

Asap dari kebakaran bahkan dilaporkan menyebar hingga sekitar Dusun Topesino, Desa Mantikole, Kecamatan Dolo Barat, serta Desa Balumpewa, Kecamatan Dolo Barat.

Luas hutan dan lahan yang terdampak diperkirakan mencapai ±19 hektare.

Dalam pemantauan terakhir, titik api di kawasan Gunung Balamoa mulai terlihat padam.

Meski demikian, sejumlah titik asap masih ditemukan sehingga tim gabungan tetap melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi.

Tim Damkar juga masih berupaya menuju titik api di lereng gunung bagian bawah yang mengarah ke Desa Balumpewa.

Sementara titik api di bagian atas gunung masih menjadi perhatian karena sulit dijangkau akibat kondisi medan.

BPBD bersama tim gabungan sebelumnya telah melakukan pemadaman secara mandiri dengan melibatkan masyarakat.

Assessment dan koordinasi juga terus dilakukan untuk memastikan kondisi terkini serta kemungkinan adanya titik api baru.

Baca juga: Musim Kemarau, Wabup Sigi Warning Warga soal Bakar Lahan: Bisa Jadi Tersangka

Dalam laporan sementara BPBD, tidak terdapat korban jiwa maupun pengungsi akibat peristiwa tersebut.

Kebutuhan mendesak akibat karhutla juga masih dalam proses pendataan.

Untuk penyebab kebakaran, BPBD menyebut sementara diduga berasal dari aktivitas pembakaran oleh warga. Penyebab tersebut masih menjadi dugaan berdasarkan informasi awal di lapangan.

Kebakaran ini menjadi perhatian karena luasan lahan terdampak cukup besar dan asap telah menyebar ke sejumlah wilayah di sekitar kawasan Gunung Balamoa.

Tim gabungan saat ini masih melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali membesar. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.