Update Kebakaran TPA Putri Cempo Solo: Blok C Terkendali, Blok B Masih dalam Penanganan
Ryantono Puji Santoso September 08, 2026 02:30 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Hari ke-7 kebakaran di TPA Putri Cempo, petugas gabungan masih berupaya berjibaku memadamkan api yang masih membakar sebagian gunungan sampah, Selasa (8/9/2026).

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Ari Dwi Daryatmo mengungkapkan bahwa kondisi blok C yang memiliki luas 1,8 hektar tersebut sudah terkendali atau sudah tidak tampak muncul asap dari balik gunungan sampah.

Meski demikian, Ari mengungkapkan sampai saat ini pihaknya masih melakukan pembasahan pada area blok C untuk mengantisipasi kembali munculnya titik api.

"Hari ini tanggal 8 September adalah hari ke-7 kami melaksanakan penanganan darurat kebakaran TPA Putri Cempo. Dapat kami sampaikan bahwasanya di Putri Cempo ini luasnya 17 hektar. Dari 17 hektar itu ada blok A, B, C dan D. Di awal kemarin ada 3 blok yang terdampak, yakni blok B, C dan D," ungkapnya, Selasa (8/9/2026).

"Untuk hari ini dapat kami laporkan untuk progresnya sudah terkendali. Sudah clear, walaupun sudah dikondisikan oleh tim Damkar tetap dilakukan pembasahan dan monitor. Ketika ada titik-titik asap yang tidak bisa kita baca lewat drone, langsung bisa kita tangani," lanjutnya.

Sementara itu, untuk blok D yang memiliki luasan mencapai 0,89 hektar sudah hampir padam menyeluruh.

"Kemudian yang di blok D dari kemarin sudah menunjukkan progres luar biasa. Ini sudah 90 persen lebih dan hari ini tim Damkar dan DLH sudah bergerak di beberapa titik di blok D. Juga kita monitor dan kita basahi dengan dibantu alat berat berupa 2 ekskavator dari DLH," kata dia.

"Untuk area di blok D ada (ekskavator) dan blok B di sebelah timur selatan tetap kita tangani, terutama mengamankan jalur SUTET yang ada di sana," imbuh Ari.

PEMADAMAN API - Situasi di TPA Putri Cempo Solo pada Senin (7/9/2026). BPBD Kota Solo mengatakan, selama 6 hari kebakaran TPA Putri Cempo, petugas gabungan telah mampu menjinakkan sekitar 50 persen luasan area kebakaran. Setidaknya kondisi blok C gunungan sampah TPA Putri Cempo yang sempat terbakar telah mampu dijinakkan.
PEMADAMAN API - Situasi di TPA Putri Cempo Solo pada Senin (7/9/2026). BPBD Kota Solo mengatakan, selama 6 hari kebakaran TPA Putri Cempo, petugas gabungan telah mampu menjinakkan sekitar 50 persen luasan area kebakaran. Setidaknya kondisi blok C gunungan sampah TPA Putri Cempo yang sempat terbakar telah mampu dijinakkan. (TribunSolo.com/Andreas Chris Febrianto)

Water Bombing Dihentikan Sementara

Ditanya terkait pemadaman melalui jalur udara atau water bombing, Ari menyebut bahwa hari ini cara tersebut dihentikan sementara.

"Terima kasih tentunya kami kemarin mendapatkan respons cepat dari Polri, dari Polda Jawa Tengah. Kami maturnuwun pada Pak Kapolresta yang telah membantu 3 hari penanganan bencana mulai dari tanggal 3, 4 dan 5 itu berada di blok B," urai Ari.

"Memang tiga hari kemarin (water bombing) kita fokuskan di lereng sebelah timur di blok B. Sementara ini (water bombing) berhenti karena memang sesuai rundown dari Polri 3 hari," sambung dia.

Ari melanjutkan bahwa penerapan pemadaman melalui udara atau water bombing terbilang cukup efektif karena difokuskan di titik yang tidak bisa terjangkau oleh tim darat.

Baca juga: Ditinggal Kulakan Gula, Uang Rp75 Juta di Mobil Warga Tumang Boyolali Raib

Sementara itu, terkait status tanggap darurat yang ditetapkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengenai bencana kebakaran TPA Putri Cempo, Ari menyebut bahwa pihaknya masih memantau situasi dan kondisi setempat.

"Jadi kemarin status tanggap darurat itu selesai tanggal 17 September. Ketika nanti tidak selesai nanti ada status transisi tanggap darurat. Kemarin kita sudah koordinasi dengan BNPB artinya ini jangan sampai putus, kita harus tetap monitor kebakaran di Putri Cempo," kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Solo Indradi menyebut bahwa tim masih terus turun ke lapangan dan melakukan upaya pemadaman. 

"Kalau untuk jumlah personel Damkar ada 35 ditambah dari TNI-Polri dan relawan. Untuk armada sendiri yang bertugas mentreatment zona C dan D dengan treatment injek. Itu ada 8 tim pada hari ini. Satu ada di zona C, 3 lain ada di zona C menuju D, kemudian sisanya ada di blok B," pungkas Indradi. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.