Kronologi Bentrokan di Polokarto Sukoharjo versi Polisi, Dipicu Perusakan Rumah Anggota PSHT?
Vincentius Jyestha Candraditya September 08, 2026 02:30 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Aksi bentrokan antara dua kelompok pesilat, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan Pagar Nusa, terjadi di Desa Mranggen, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (7/9/2026) dini hari.

Dari kejadian tersebut, polisi mengungkap adanya rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum bentrokan pecah.

Rangkaian kejadian bermula pada Sabtu (5/9/2026), saat digelar peringatan Maulid Nabi yang dilanjutkan dengan pengesahan atau pembaiatan warga Pagar Nusa Cabang Sukoharjo di Desa Jagan, Kecamatan Bendosari.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.000 peserta.

BENTROKAN - Bentrokan antar kelompok terjadi di Desa Mranggen, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, pada Senin (7/9/2026) dini hari. Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 00.30 WIB dan sempat diabadikan melalui video oleh seorang warga. Dalam video yang beredar, terlihat dua kelompok saling melempar batu di jalanan. Sejumlah orang yang terlibat juga tampak membawa papan kayu dan bambu.
BENTROKAN - Bentrokan antar kelompok terjadi di Desa Mranggen, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, pada Senin (7/9/2026) dini hari. Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 00.30 WIB dan sempat diabadikan melalui video oleh seorang warga. Dalam video yang beredar, terlihat dua kelompok saling melempar batu di jalanan. Sejumlah orang yang terlibat juga tampak membawa papan kayu dan bambu. (TribunSolo.com/Istimewa)

Sehari setelah kegiatan tersebut, Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 04.26 WIB dini hari, terjadi dugaan perusakan rumah milik seorang anggota PSHT di Desa Jatisobo, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo.

Perusakan rumah tersebut diduga terjadi setelah pelaksanaan kegiatan Maulid Nabi dan pengesahan Pagar Nusa.

Pemilik rumah kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sukoharjo pada Minggu sore. Pengaduan tersebut tercatat dengan Nomor 1006/IX/2026/SPKT.

Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo membenarkan adanya laporan tersebut.

Baca juga: Dampak Bentrokan Polokarto Sukoharjo: Warga Mengaku Trauma, Anak Menangis saat Kejadian

Menurut Anggaito, sebelum bentrokan terjadi di Desa Mranggen, terdapat insiden perusakan rumah milik anggota PSHT yang kemudian memicu perhatian massa.

"Sebelum bentrokan pecah, pada Minggu malam sekitar pukul 22.25 WIB, sekitar 200 orang telah mendatangi Mapolsek Polokarto dalam rangka menanyakan perkembangan terkait aduan dugaan tindak pidana pengrusakan dan penyerangan rumah anggota PSHT," ujar Anggaito saat dikonfirmasi TribunSolo.com, Selasa (8/9/2026).

Saat itu, pihak kepolisian menerima kedatangan massa tersebut.

Kapolres Sukoharjo juga hadir secara langsung di Mapolsek Polokarto untuk menemui massa.

Setelah itu, sekitar pukul 23.40 WIB, massa PSHT dari kelompok lain dengan jumlah sekitar 50 orang juga datang ke Mapolsek Polokarto.

"Massa PSHT dari kelompok lain dengan anggota kurang lebih 50 orang juga menanyakan perkembangan kasus," lanjut Anggaito.

Selanjutnya, sekitar pukul 00.30 WIB, massa PSHT meninggalkan Mapolsek Polokarto.

Baca juga: BREAKING NEWS : Bentrokan 2 Kelompok Pecah di Polokarto Sukoharjo, Saling Lempar Batu di Jalanan

Saat melintas di wilayah Desa Mranggen, Kecamatan Polokarto, massa tersebut diduga dilempari batu oleh orang tak dikenal.

Pada saat bersamaan, massa Pagar Nusa juga tengah melintas di wilayah Desa Mranggen.

Situasi kemudian memanas hingga terjadi bentrokan antara massa PSHT dan Pagar Nusa.

Bentrokan berlangsung hingga sekitar pukul 01.30 WIB.

Massa Pagar Nusa kemudian mundur dari lokasi, sementara massa PSHT masih bertahan di wilayah Kampung Mranggen, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo.

Polisi selanjutnya melakukan langkah pengamanan untuk mencegah bentrokan kembali terjadi serta mengantisipasi adanya aksi susulan dari kedua kelompok. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.