Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alisan Lasande
TRIBUNPALU.COM, BANGGAI KEPULAUAN - Sebanyak enam Kampung Nelayan Merah Putih dibangun si Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banggai Kepulauan, Ferdy Salamat memaparkan, Kampung Nelayan berada di Desa Kalumbatan, Kecamatan Totikum Selatan.
Lalu Desa Bajo, Kecamatan Liang, Desa Montop, Bulagi Utara; Desa Patukuki, Peling Tengah; Desa Balalon, Bulagi Selatan.
"Satu lagi masih menunggu kontrak," katanya, Selasa (8/9/2026).
Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup itu mengakui, Kampung Nelayan ini tersebar di berbagai titik Pulau Peleng.
Fasilitasnya, kata dia, terdiri dari cold storage, pasar ikan, docking, dan pelabuhan.
"Sampai nanti ke depan SPBU nelayan. Jadi memang terintegrasi," jelasnya.
Ferdy mengakui, selama ini tempat penyimanan ikan berpendingin menjadi kendala.
Baca juga: Karhutla di Sulteng Tembus 3.138 Hektar, Kadishut Minta Warga Jauhi Bakar Lahan
"Problemnya cold storage," katanya.
Ia mengungkapkan, di musim hasil tangkapan nelayan melimpah, tak terserap pasar.
Ingin disimpan dalam jangka waktu lama, tapi tak ada cold storage.
Akibatnya, ikan selalu memicu inflasi ketika hasil tangkapan menurun di musim tertentu.
"Kalau ada cold storage kita bisa simpan," ungkapnya.
Banggai Kepulauan adalah penghasil ikan pelagis dan demersal.
Ikan pelagis seperti cakalang dan tuna, sedangkan demersal seperti kerapu.
Ferdy mengakui, jika Kampung Nelayan tak diintervensi pemerintah pusat, daerah harus menggelontorkan sampai Rp40 miliar.
"Iya kurang lebih. Bisa meringankan," tuturnya. (*)