Kualitas Udara Palembang Hari Ini Memburuk, PM2.5 Tembus 220 dan Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
Odi Aria September 08, 2026 04:27 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG- Kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) kembali memburuk akibat kabut asap yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada hari ini, Selasa (8/9/2026).

Kondisi paling mengkhawatirkan terjadi di Kota Palembang. Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dari Kementerian Lingkungan Hidup, kualitas udara di Kecamatan Bukit Kecil, tepatnya kawasan Simpang Icon City, berada pada kategori Sangat Tidak Sehat.

Data tersebut mencatat konsentrasi PM2.5 mencapai 220 µg/m⊃3; pada pukul 10.00 WIB. Sementara itu, PM10 berada di angka 148 µg/m⊃3; dan masuk kategori Tidak Sehat.

Adapun parameter pencemar lainnya seperti SO2, CO, O3 dan NO2 masih berada dalam kategori baik atau sehat.

Kabid Pencemaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumsel, Idrus, mengatakan meningkatnya konsentrasi PM2.5 dan PM10 menjadi faktor utama yang menyebabkan kualitas udara memburuk.

Berdasarkan ketentuan dalam Permen LHK Nomor P.14 Tahun 2020, konsentrasi PM2.5 pada rentang 201-300 µg/m⊃3; masuk dalam kategori Sangat Tidak Sehat.

Selain Palembang, sejumlah daerah lain di Sumsel juga mencatat konsentrasi PM2.5 yang cukup tinggi.

Di antaranya PALI sebesar 192 µg/m⊃3;, Musi Rawas 143 µg/m⊃3;, Prabumulih 136 µg/m⊃3;, Lahat 122 µg/m⊃3;, Musi Banyuasin 119 µg/m⊃3;, serta Ogan Ilir 117 µg/m⊃3;.

Sementara itu, kondisi yang relatif lebih baik tercatat di Ogan Komering Ulu Selatan dengan PM2.5 sebesar 43 µg/m⊃3; dan Muara Enim sebesar 58 µg/m⊃3;.

Idrus mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama aktivitas fisik dalam waktu lama.

Menurutnya, paparan udara yang tercemar dapat berdampak terhadap kesehatan manusia, hewan maupun tumbuhan.

“Jadi imbauan kepada masyarakat, untuk batasi aktivitas di luar ruangan, wajib menggunakan masker, perbanyak minum air putih. Terakhir, hentikan pembakaran hutan dan lahan,” ujar Idrus.

Masyarakat yang memiliki penyakit asma maupun jantung juga diminta mengikuti anjuran tenaga kesehatan serta memastikan obat-obatan yang diperlukan tetap tersedia.

Kondisi udara yang memburuk ini menjadi perhatian di tengah meningkatnya aktivitas karhutla di sejumlah wilayah Sumsel. Masyarakat diimbau tetap memantau perkembangan kualitas udara dan mengurangi paparan asap selama kondisi belum membaik.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.