Empat Kawasan di Kalsel Diguyur Hujan 8 September 2026, Tanahlaut, Banjarbaru dan Kotabaru
M.Risman Noor September 08, 2026 04:50 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Hujan lumayan deras terjadi di beberapa wilayah Kalimantan Selatan.

Salah satunya kawasan Pengayuan Banjarbaru. Kawasan yang menjadi sorotan Karhutla ini diguyur hujan lumayan deras.

Harapannya, titik api di ibu Kota Kalsel ini berkurang hingga dampak karhutla bisa diredam.

Satu kawasan lainnya adalah Banyuirang, Bati-bati, Tanahlaut dan juga Gunung Ulin Kotabaru. Termasuk pula hujan terjadi di Balangan.

Baca juga: Penyidik Polres HSS akan Melimpahkan Berkas Kasus Dua Tersangka Pembakaran Lahan ke Kejari

Baca juga: Lowongan Kerja di PT Adaro Wamco Prima Penempatan di Tabalong, Paling Lambat 30 September 2026

1.Pengayuan Banjarbaru

Setelah sekian lama dilanda cuaca panas, sebagian wilayah Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan diguyur hujan pada Selasa (8/9/2026) siang.

Hujan deras dilaporkan turun di kawasan Pengayuan, Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Lianganggang yang berbatasan langsung dengan Batibati Kabupaten Tanahlaut.

Wilayah ini dalam beberapa waktu lalu menjadi salah satu titik parah kejadian kebakran hutan dan lahan (karhutla).

Selain itu, wilayah Pengayuan Banjarbaru juga menjadi kawasan yang terdampak kabut asap karhutla yang parah.

Turunnya hujan di pinggiran kota Banjarbaru ini dikonfirmasi oleh Ketua RT 2 Landasan Ulin Selatan , Hendra. 

Ia menyebut kawasan tempat tinggalnya dibasahi oleh hujan yang telah lama dirindukan oleh masyarakat setempat.

Turunnya hujan ini juga membuat masyarakat disana senang karena titik api karhutla padam dan otomatis mengurangi kabut asap yang biasa mereka rasakan.

“Masyarakat senang karena kabut asap berkurang dan untuk titik api padam,” kata Hendra kepada Bpost. 

2. Gunung Ulin Kotabaru 

Kawasan Desa Gunung Ulin, Kecamatan Pulaulaut Utara, Kabupaten Kotabaru diguyur hujan, Senin (7/9/2026) sore. 

Hujan kali ini jadi yang pertama, setelah sekitar dua bulan terakhir tidak ada hujan sama sekali.

Diungkapkan Umi Kalsum ,warga Desa Gunung Ulin, meski hanya berkisar 15 menit, hujan yang turun kali ini cukup deras dan disambut sukacita masyarakat sekitar.

"Bersyukur, karena hujan yang ditunggu tunggu akhirnya turun setelah terkhir Juni lalu," ungkapnya, Selasa (8/9/2026).

Momen ini juga tak luput dari antusias mamsyarakat mengabadikannya dengan foto dan video, hingga membagikan di sejumlah media sosial.

Tak hanya membasahi tanah dan tanaman, hujan kali ini juga diharapkan bisa terus berlangsung untuk pemenuhan debit bahan baku air bersih karena selama ini dilanda kekeringan. 

Terbatasnya bahan baku air bersih memaksa PDAM Kotabaru mengatur pendistribusian, masyarakat pun juga banyak yang harus membeli untuk pemenuhan air sehari-hari. 

Selain itu, dengan adanya ancaman potensi Karhutla juga semakin berkurang dengan adanya hujan. 

Baca juga: 12 Ketua RT Desa Tanta Hulu Tabalong Dilantik Serentak, Tiga di Antaranya Terpilih Lewat Pencoblosan

3. Banyuirang, Tanahlaut

Hujan deras juga terjadi di kawasan Banyuirang Bati-bati, Tanahlaut. Hujan ini menjadikan kawasan tersebut terasa lebih adem.

Harapan warga semoga saja karhutla juga berkurang.

Tampak anak sekolah sangat gembira dengan turunnya hujan. Pulang sekolah mereka kelihatan rela berhujan ria. 

4. Hujan Guyur Balangan

Guyuran hujan kembali menyelimuti wilayah Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan pada Selasa (8/9/2026) siang menjelang sore. 

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terpantau turun secara merata di seluruh wilayah yang mencakup delapan kecamatan.

​Berdasarkan pemantauan Bpost di lapangan, hujan mulai mengguyur sekitar pukul 14.40 wita dan meluas ke delapan kecamatan, yakni Paringin, Paringin Selatan, Batumandi, Lampihong, Juai, Halong, Awayan, dan Tebing Tinggi.

Namun pada beberapa tempat dilaporkan hanya kondisi rintik , ada pula yang hujannya hanya sebentar.

"Di sebagian desa di Batumandi masih rintik saja," ujar warga Batumandi, Fahrurazi saat dihubungi Bpost

"Di Tebing Tinggi hujan sebentar, tapi sudah reda," kata Anshari saat dihubungi Bpost pula melalui saluran Whastapp ketika di Kecamatan Paringin Selatan masih hujan deras. 

"Di Desa Sumber Agung, Kecamatan Halong juga hujan. Jadi kesempatan warga untuk menampung air di musim kekeringan ini," tulis Adi, saat dihubungi via sambungan Whatsapp pula.

​Turunnya hujan ini juga disertai angin kencang. Bahkan informasi terhimpun ada pohon tumbang di Desa Sikontan, Kecamatan Awayan, Kabupaten Balangan.

Kendati demikian, warga juga menyambut baik turunnya hujan ini karena dinilai sangat membantu menjaga kelembapan tanah dan menghilangkan kabut asap yang terjadi belakangan.Terlebih sepanjang musim kemarau yang dirasakan warga beberapa bulan belakangan, dengan dampak rawan kekeringan dan kabut asap, membuat hujan semakin dinantikan.

Sebelumnya pada Senin (8/9/2026) hujan juga sempat terjadi di wilayah Balangan. Perkiraan waktu turunnya hujan mencapai setengah jam. 

Kali ini nampaknya guyuran hujan lebih lama di banding sebelumnya serta lebih merata di wilayah Balangan.

Hingga saat ini turunnya hujan di musim kemarau ini masih belum diketahui penyebabnya, apakah faktor modifikasi cuaca atau hujan alami.

Modifikasi Cuaca

Sebelumnya, OMC di Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali berlanjut, Senin (7/9). Satu unit pesawat PK-SNK yang digunakan dalam OMC take off dari Lanud Sjamsudin Noor Banjarbaru sekitar pukul 11.15 Wita.

Pesawat membawa sejumlah karung berisi garam halus atau NaCl untuk disemai atau ditaburkan ke awan potensi hujan di wilayah Kalsel.

Dalam pesawat, selain pilot, juga terdapat kru yang bertugas untuk menaburkan garan dari atas pesawat lewat lubang khusus berbentuk tabung di bawah bagian tengah pesawat.

OMC ini dilaksanakan dengan harapan wilayah Kalsel  yang belakangan marak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan mulai kekeringan, dapat turun hujan melalui penyemaian terhadap awan potensi hujan

Sebelumnya, penyemaian di wilayah utara Kalsel dilakukan pada hari pertama OMC, Sabtu (5/9).

Perwakilan Operator OMC di Kalsel, Arsyad, mengatakan dalam sekali terbang, pesawat OMC dapat membawa sebanyak satu ton garam yang menjadi bahan semai.

Operasi ini juga sangat bergantung pada kondisi cuaca, yaitu ketersediaan awan potensi hujan untuk dilakukan penyemaian. "Jadi jika terdapat potensi awan, baru kita bisa optimalkan dengan adanya OMC. Namun jika tidak, kita belum bisa melaksanakan karena kami juga membutuhkan awan untuk pelaksanaan OMC tersebut," katanya.

Sebelumnya, modifikasi cuaca dengan menaburkan garam sempat dilaksanakan Juli 2026. Namun setelah itu cukup lama terhenti dikarenakan minimnya ketersediaan awan sebagai syarat untuk dapat dilakukan penyemaian.

 (Banjarmasinpost.co.id)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.