Geger di SMAN 1 Pamanukan Subang, Ribuan Siswa Demo soal Dugaan Pelecehan hingga Kejar Wakasek
Wahyu Gilang Putranto September 08, 2026 05:36 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Ribuan siswa SMAN 1 Pamanukan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, menggelar aksi demonstrasi terkait dugaan kasus pelecehan yang menyeret seorang wakil kepala sekolah (wakasek).

Aksi tersebut viral di media sosial setelah sejumlah video yang memperlihatkan para siswa melakukan demonstrasi tersebar luas di TikTok hingga Instagram.

Berdasarkan penelusuran Tribunnews.com, aksi tersebut berlangsung saat sekolah menggelar upacara bendera pada Senin (7/9/2026).

Di tengah upacara, sejumlah siswa kemudian berkumpul di sekitar tiang bendera sambil membentangkan spanduk yang berisi tudingan terhadap seorang wakasek berinisial AT.

Para siswa juga membawa tangkapan layar percakapan WhatsApp antara AT dengan seorang siswi yang disebut sebagai korban dalam dugaan kasus pelecehan tersebut.

Situasi kemudian memanas setelah para siswa mendesak AT untuk keluar dan memberikan penjelasan.

AT akhirnya menemui para siswa dan memberikan klarifikasi. Namun, proses tersebut justru berujung adu mulut antara wakasek dan sejumlah siswa.

Baca juga: Fakta Viral Anggota DPR Masuk Desil 4: Eva Bantah Terima Bansos, Dinsos Toraja Utara Ngaku Tak Tahu

Ketegangan semakin meningkat hingga polisi datang ke lingkungan sekolah untuk mengamankan situasi.

Puncaknya, AT dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan terkait dugaan kasus tersebut.

Momen itu sempat diwarnai aksi para siswa yang mengejar AT ketika hendak meninggalkan sekolah.

Hingga Selasa (8/9/2026), video aksi demonstrasi tersebut telah ditonton puluhan ribu kali di akun Instagram @subang.info.

Kolom komentar pun ramai dipenuhi warganet yang ikut menyoroti aksi para siswa.

Sejumlah warganet mengaku geram dan mendukung para siswa, sekaligus meminta dugaan kasus tersebut diproses sesuai hukum yang berlaku.

Ribuan Siswa Ikut Demo

Kepala SMAN 1 Pamanukan, Edi Kanedi menjelaskan, siswa yang melakukan demo berasal dari kelas 10,11, hingga 12.

Total dari keseluruhannya mencapai 1.425 siswa.

Sedangkan kronologi kejadian bermula saat muncul laporan atas dugaan pelecehan yang dilakukan oleh Wakasek berinisial AT.

Sebetulnya pihak sekolah sudah melakukan penanganan, namun dari para siswa belum puas hingga menggelar demo.

Baca juga: Dikaitkan dengan Ojol Viral, Politikus PDIP Laporkan Sejumlah Akun Medsos ke Polda Metro Jaya

"Anak-anak mendemo bahwa di sekolah ada peristiwa pelecehan seksual yang dilakukan oleh Pak Guru."

"Kemudian sekolah menangani sebagaimana mestinya, sebagaimana yang dimintakan oleh orang tua. Ternyata anak-anak tidak puas, maka dilakukanlah demo," ujar Edi, dikutip dari TribunJabar.id, Selasa (8/9/2026).

Untuk jumlah korbannya, lanjut Edi, untuk sementara sudah ada 11 laporan yang masuk.

Sekolah sudah menyerahkan kasus ini ke  Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Subang untuk penanganan lebih lanjut.

Kesaksian Orang Tua Terduga Korban

Aksi demo yang digelar Senin pagi, juga telah terdengar sampai ke telinga orang tua siswa, termasuk Mariam.

Ia langsung bergegas ke sekolah setelah mendapatkan kabar buah hatinya turut menjadi korban pelecehan.

"Anak saya tadi mengabari saya, katanya mau ke sekolah dulu bertemu guru BK. Saya tanya ada apa, kemudian dia bilang, ‘Saya dilecehin, Ma.’ Makanya saya langsung ke sekolah," ujar Mariam sambil menirukan ucapan anaknya, dikutip dari TribunJabar.co.id.

Mariam mengaku tidak menyangka sekolah anaknya ada kasus seperti ini.

Baca juga: Viral Video Mesum SD Pekalongan, Kepsek Dikandang di Dinas, Ibu Guru Dipindah ke Tempat yang Jauh

Menurutnya selama ini pembelajaran di SMAN 1 Pamanukan baik-baik saja.

Bahkan, anaknya pernah menginap di sekolah dan tidak terjadi hal-hal mengkhawatirkan.

"Saya baru tahu tadi. Selama ini saya tidak tahu sama sekali. Anak saya sering ada kegiatan sampai malam dan pernah menginap di sekolah."

"Saya percaya karena ini sekolah, tapi ternyata ada kejadian seperti ini," tandasnya.

(Tribunnews.com/Endra)(TribunJabar.id/Deanza Falevi)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.