Timur Tengah Semakin Membara: Houthi Gempur Bandara dan Kilang Minyak Aramco, Puluhan Warga Terluka
Amirullah September 08, 2026 05:38 PM

 

SERAMBINEWS.COM - Konflik regional di Timur Tengah kembali memanas setelah kelompok milisi Houthi di Yaman melancarkan rentetan serangan udara yang menyasar sejumlah fasilitas vital di wilayah selatan Arab Saudi pada Selasa (8/9/2026).

Gempuran masif ini mengakibatkan 73 orang mengalami luka-luka serta memicu kebakaran dan penghentian operasional sementara di sejumlah titik strategis.

Serangan tersebut menandai eskalasi terburuk menyusul berakhirnya masa gencatan senjata selama empat tahun pada Juli lalu. Ketegangan bermula ketika otoritas Houthi secara sepihak mengizinkan pesawat asal Iran mendarat di ibu kota Sanaa, yang dinilai melanggar pengawasan wilayah udara Yaman oleh Arab Saudi.

Sasaran Fasilitas Vital dan Respons Koalisi

Rentetan gempuran Houthi kali ini menyasar sejumlah titik krusial yang berdampak langsung pada sektor transportasi dan energi. Berdasarkan laporan resmi, target serangan meliputi Bandara Internasional Abha, Pangkalan Udara King Khalid, serta fasilitas pengolahan minyak milik raksasa energi Aramco di kawasan Abha dan Jizan yang terletak dekat perbatasan.

Komando Pasukan Gabungan Koalisi pimpinan Arab Saudi mengecam keras aksi tersebut. Mereka menilai serangan ini sengaja diarahkan ke lokasi-lokasi sipil dan ekonomi.

"Serangan-serangan tak masuk akal dari milisi Houthi yang terbaru menargetkan lokasi sipil dan ekonomi, mengakibatkan 73 warga sipil terluka," ujar Komando Pasukan Gabungan Koalisi, sebagaimana dikutip dari AFP.

Pihak koalisi menegaskan tidak akan tinggal diam dan siap mengambil seluruh langkah taktis yang diperlukan untuk menetralisir ancaman serta melindungi kedaulatan negara.

Senada dengan hal tersebut, Kementerian Energi Arab Saudi mengonfirmasi bahwa gempuran pagi hari itu sempat memicu kobaran api di beberapa instalasi sektor energi.

Meski operasi di beberapa titik terpaksa dihentikan sementara demi keamanan, otoritas setempat terus berupaya memulihkan situasi secepat mungkin.

Baca juga: Houthi Serang Arab Saudi, 73 Orang Terluka dan Fasilitas Energi Terbakar

Perluasan Konflik di Laut Merah dan Krisis Kemanusiaan

Aksi serangan udara ini juga beririsan langsung dengan pertempuran sengit di jalur perairan Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab. Houthi terpantau turut membidik kapal tanker minyak Arab Saudi yang melintas, memperluas cakupan konflik yang sebelumnya mereda.

Di sisi lain, kelompok Houthi mengeklaim bahwa rentetan serangan ke wilayah Arab Saudi merupakan bentuk aksi balasan.

Mereka menyebut tindakan itu dilakukan sebagai respons atas serangan udara koalisi sebelumnya yang menghantam kompleks bangunan penjara di Al-Hazm, Provinsi Jawf, Yaman utara sebuah insiden yang dilaporkan menewaskan 11 orang dan menimbun puluhan narapidana di bawah reruntuhan.

Di luar eskalasi militer yang kian tak terkendali, pertempuran darat yang meletus di kawasan Taiz dan Hodeidah kini mulai memicu krisis kemanusiaan baru.

Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) di bawah PBB mencatat, sedikitnya 18.500 warga sipil terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka untuk mengungsi akibat terjebak dalam baku tembak yang berkepanjangan. (Serambinews.com/Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.