Pasar Wisata Kesehatan Tumbuh Positif Mencapai Dua Digit
GH News September 08, 2026 06:09 PM
Jakarta -

Sektor wisata kesehatan mencatatkan pertumbuhan yang positif selama tahun 2026. Di Korea Selatan, angka pertumbuhannya bahkan mencapai dua digit.

Turis asing yang berwisata kesehatan ke Korea Selatan melonjak tajam. Dilansir dari The Korea Herald, Selasa (8/9/2026), spending kartu kredit yang berasal dari luar negeri di Korsel naik hingga 66,5 persen di bulan Juli dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Total para turis asing menghabiskan 213 Miliar Won untuk layanan kesehatan dan produk terkait selama bulan tersebut. Angka itu menunjukkan adanya pertumbuhan yang signifikan pada sektor wisata kesehatan Korea Selatan.

Korea Selatan memang sudah sejak lama dikenal untuk operasi plastik dan produk dermatologisnya. Banyak turis dari negara tetangga seperti China, Jepang dan Taiwan pergi ke Korea untuk melakukan prosedur kesehatan.

Selama bulan Juli 2026, sebanyak 54,9 pengeluaran turis-turis dihabiskan untuk produk dermatologis. Sedangkan 19,3 persen pengeluaran para turis digunakan untuk melakukan operasi plastik.

Presiden Korean Association of Plastic Surgeon, Bang Jun-Seop mengatakan 70 persen pasien di klinik-klinik operasi plastik di Korea Selatan adalah turis asing. Masing-masing turis memiliki karakternya sendiri.

"Pasien dari Jepang, Taiwan, China, Singapura dan Thailand tertarik dengan operasi plastik dan dermatologis. Sedangkan turis dari Kazakhstan, Kanada dan Mongolia sering datang ke Korea untuk mencari perawatan penyakit serius seperti kanker," demikian pernyataan dari Korea Health Industry Development Institute.

Kebanyakan turis itu berwisata kesehatan di Seoul. Sebanyak 86,8 persen spending dari turis asing tercatat di ibu kota Korsel. Sedangkan peringkat kedua, yaitu Busan hanya 6,4 persen.

Sedangkan di Indonesia, pasar medical aesthetics diperkirakan bernilai USD 495 juta pada 2029. Angka proyeksi itu tumbuh hampir dua kali lipat dari USD 257 juta yang tercatat pada 2023.

Angka itu diproyeksikan tumbuh sekitar 11,5 persen per tahun. Jumlah klinik estetika berizin di Indonesia juga tercatat naik sekitar 60 persen sepanjang 2020 sampai 2025.

Wahyu Setyo Widodo
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.