5.000 Masker Dibagikan Gratis di Mempawah untuk Lindungi Warga dari Kabut Asap Karhutla
Maudy Asri Gita Utami September 08, 2026 07:30 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Mempawah membuat perlindungan kesehatan menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar rumah. 

Kondisi tersebut mendorong sejumlah pihak untuk turun langsung memberikan bantuan kepada warga, salah satunya melalui pembagian masker dan vitamin C.

Sebanyak 5.000 masker dibagikan kepada masyarakat dalam aksi sosial yang digelar Perkumpulan Jurnalis Galaherang (Pejuang) Mempawah bersama Warung Kopi (WK) Kampoeng Baru dan Polsek Mempawah Hilir, Selasa, 8 September 2026 sore.

Kegiatan sosial tersebut dipusatkan di kawasan lampu merah yang berada di depan SMAN 1 Mempawah Hilir. 

Sejumlah pengendara maupun masyarakat yang melintas menjadi sasaran pembagian masker sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap.

Masker yang dibagikan kepada masyarakat merupakan bantuan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kalimantan Barat melalui Perhimpunan Tionghoa Kalbar (PTK) Indonesia. Selain masker, warga juga mendapatkan vitamin C yang disediakan oleh owner WK Kampoeng Baru, Erado.

Aksi sosial tersebut turut dihadiri Wakapolres Mempawah Kompol Reynaldi Guzel, Kapolsek Mempawah Hilir Iptu Edi Marwan, serta sejumlah personel Polsek Mempawah Hilir.

• Kabut Asap Karhutla Ganggu Sekolah, Ini Tips psikolog Dampingi Anak Belajar di Rumah

Ketua Pejuang Mempawah, Dian Sastra, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap masyarakat yang masih harus menjalankan aktivitas sehari-hari meskipun kondisi udara sedang kurang baik akibat kabut asap.

Menurutnya, masyarakat yang banyak menghabiskan waktu di luar ruangan memiliki risiko lebih besar terpapar asap sehingga penggunaan masker menjadi salah satu bentuk perlindungan yang perlu diperhatikan.

"Ini adalah bentuk kepedulian kita bersama. Kondisi kabut asap tentu menjadi perhatian karena masyarakat yang beraktivitas di luar rumah cukup rentan terpapar asap," ujar Dian.

Dian menjelaskan, pembagian masker dan vitamin C dilakukan sebagai langkah sederhana yang diharapkan dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. 

Terlebih, tidak semua warga yang beraktivitas di luar rumah memiliki persediaan masker yang memadai untuk digunakan selama kondisi kabut asap masih berlangsung.

*"Karena itu, kami bersama WK Kampoeng Baru dan didukung PMI, PTK Indonesia serta Polsek Mempawah Hilir berinisiatif turun langsung membagikan masker dan vitamin C," lanjutnya.

Ia berharap bantuan tersebut tidak hanya membantu masyarakat dalam menghadapi kondisi kabut asap, tetapi juga meningkatkan kesadaran warga untuk lebih memperhatikan kesehatan ketika kualitas udara sedang menurun.

Dian juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang ikut mendukung terlaksananya kegiatan sosial tersebut. Menurutnya, kolaborasi berbagai elemen menjadi bagian penting dalam menghadapi kondisi yang berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Terutama PMI Kalimantan Barat, PTK Indonesia, WK Kampoeng Baru dan jajaran Polsek Mempawah Hilir. Ini menunjukkan bahwa ketika kita bergerak bersama, kepedulian itu bisa dirasakan langsung oleh masyarakat," katanya.

Di samping memberikan perlindungan kepada masyarakat dari dampak kabut asap, Dian menilai persoalan karhutla juga harus mendapatkan perhatian serius. Upaya penanganan tidak cukup hanya dilakukan setelah kebakaran terjadi, tetapi perlu dibarengi langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Masyarakat pun diimbau untuk menghindari berbagai kegiatan yang dapat memicu terjadinya kebakaran, termasuk pembakaran lahan secara sembarangan. 

Kesadaran masyarakat dinilai memiliki peran penting dalam membantu mencegah munculnya titik api yang kemudian dapat menyebabkan kabut asap semakin meluas.

• Hari Pelanggan Nasional 2026, TASPEN Dorong Pelayanan Cepat, Mudah dan Humanis

"Kita berharap kondisi kabut asap ini segera berakhir. Mari bersama-sama menjaga lingkungan, tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan dan saling mengingatkan. Pencegahan karhutla adalah tanggung jawab kita bersama," tegas Dian.

Pembagian 5.000 masker dan vitamin C tersebut diharapkan dapat menjadi bentuk dukungan nyata bagi masyarakat Mempawah yang masih menghadapi dampak kabut asap. 

Di sisi lain, kegiatan tersebut juga menjadi pengingat bahwa penanganan dampak karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, aparat, organisasi masyarakat, pelaku usaha, hingga warga.

Dengan adanya kepedulian dan kerja sama lintas pihak, masyarakat diharapkan tidak hanya mendapatkan perlindungan selama kabut asap terjadi, tetapi juga semakin terdorong untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.