TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pak Acang (55) salah pemulung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga menceritakan awal mula temuan api sebelum kebakaran, Selasa (8/9/2026).
Dia menjelaskan bahwa pada Senin (7/9/2026) sore dia dan pemulung lain awalnya sedang sibuk memungut sampah.
Kemudian menemukan asap mengepul ke udara di salah satu titik area TPA.
"Lagi mungut sampah, itu ada asap, di tengah itu asap," kata Acang kepada TribunnewsBogor.com.
"Nemu asap, di jalan kelihatan, kayak pembakaran kecillah," katanya.
Kebakaran itu, kata Acang, awalnya terbilang kecil.
Namun lama kelamaan perlahan kebakaran itu semakin membesar dan asap makin tinggi dan besar membumbung di udara.
"Kayak bakaran itu, kecil lah, paling berapa meter, 10 meter paling ya tingginya (asap)," kata Acang.
"Makin besar, makin besar gitu. Lama-lama-lama, udah besar api," katanya.
Sejak temuan asap, hal itu langsung dilaporkan ke Damkar.
Petugas Damkar bahkan bersama petugas TNI dan Polri sore itu langsung bergegas ke lokasi untuk melakukan pemadaman.
Namun akses jalan yang sulit untuk kendaraan, membuat armada tak bisa mendekat ke titik api.
Jarak antara armada di jalan warga ke titik api juga cukup jauh.
Sehingga petugas pertama kali mendekati titik api dengan jalan kaki dan memadamkan secara manual sambil dipersiapkan selang Damkar yang lebih panjang.
"(Lokasi titik api) Pas tengah, pas tengah," katanya.
"Mobil enggak bisa, ya kalau bisa motor mobil ke sana, itu bisa padam (mudah dipadamkan)" kata Acang.
Sehingga terpantau, petugas Damkar melakukan pemadaman menggunakan selang cukup panjang agar bisa menyemprot titik api.
Namun di saat yang sama tenaga semprotan selang Damkar menjadi berkurang karena terlalu jauh.
Acang mengaku belum tahu pasti pemicu awal kebakaran yang melanda area TPA tersebut.
"Kurang tahu itu, kurang tahu," kata Acang.
Namun menurut Acang, kebakaran di area TPA Galuga bukan kali pertama.
Sebelumnya juga pernah terjadi kebakaran di sekitar TPA tersebut.
Namun menurut Acang, kebakaran kali ini terbilang lebih besar dibanding sebelumnya.
"Dulu pernah, tapi dulu enggak kayak gini. Besaran sekarang," katanya.
Beberapa warga yang ditemui TribunnewsBogor.com, mengaku tak ingat tahun kapan kebakaran sebelumnya terjadi di TPA Galuga tersebut.
Namun ada warga yang menyebut bahwa kebakaran sebelumnya terjadi bertahun-tahun lalu dan juga terjadi di musim kemarau seperti sekarang.