300 Janda Perintis Kemerdekaan dan Warakawuri di Sidoarjo Terima Bansos, Wabup: Bentuk Penghormatan
Samsul Arifin September 08, 2026 09:14 PM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, M Taufik

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Perjuangan mempertahankan kemerdekaan tidak hanya meninggalkan kisah tentang para pejuang yang berada di garis depan.

Di balik perjuangan tersebut, ada keluarga yang turut menopang, menunggu, mendoakan, dan menguatkan hingga masa pengabdian mereka berakhir.

Penghormatan terhadap jasa tersebut diwujudkan Pemkab Sidoarjo dengan menyalurkan bantuan sosial berupa sembako kepada 300 janda perintis kemerdekaan dan Warakawuri, Selasa (8/9/2026).

Bantuan diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana dalam rangkaian Tasyakuran HUT ke-66 Badan Pembudayaan Kejuangan 45 di Gedung Juang 45 Sidoarjo.

Mimik menegaskan, bantuan tersebut tidak semata-mata harus dilihat dari nilai materi yang diberikan. Menurutnya, yang lebih penting adalah pesan penghormatan dan perhatian pemerintah daerah kepada para pejuang beserta keluarganya.

“Jangan dilihat hanya dari nilai bantuannya, tapi ini adalah wujud perhatian dan penghormatan kami kepada para pejuang dan keluarganya yang sudah memberikan jasa untuk bangsa dan negara, terutama untuk Kabupaten Sidoarjo,” ujar mantan anggota DPRD Sidoarjo ini.

Baca juga: Buntut Ratusan Siswa dan Santri Keracunan, Bupati Sidoarjo Subandi Bentuk Satgas Awasi Program MBG

Peran Istri di Balik Perjuangan Pejuang

Ketua DPC Gerindra Kabupaten Sidoarjo itu juga mengatakan jasa dan pengorbanan para pahlawan kemerdekaan akan selalu dikenang. Semangat perjuangan tersebut, kata dia, juga harus terus diwariskan kepada generasi mendatang.

Namun, menurutnya, kisah perjuangan para pahlawan tidak bisa dilepaskan dari peran keluarga, terutama para istri yang berada di belakang perjuangan mereka.

Sosok istri dinilai memiliki peran penting karena terus memberikan dukungan moral melalui doa, pendampingan, dan kekuatan kepada suami yang berjuang demi bangsa dan negara.

“Kadang kita memang sering bicara tentang perjuangan para pahlawan, tapi kita lupa di balik perjuangan itu ada emak-emak setia yang selalu setia mendoakan, mendampingi, dan menguatkan suami mereka yang selalu berjuang demi negara,” kata dia.

Menurut Mimik, perhatian kepada keluarga pejuang menjadi bagian dari upaya menjaga ingatan terhadap sejarah sekaligus menghargai pengorbanan yang telah diberikan untuk bangsa dan negara.

Harap Nilai Kejuangan Terus Dilestarikan

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Mimik juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Badan Pembudayaan Kejuangan 45.

Ia berharap Dewan Harian Cabang Badan Pembudayaan Kejuangan 45 Kabupaten Sidoarjo dapat terus membangun sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah.

Kolaborasi tersebut tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan sosial seperti penyaluran bantuan kepada keluarga pejuang, tetapi juga dalam upaya melestarikan nilai-nilai kejuangan dan semangat kebangsaan.

Pemkab Sidoarjo berharap semangat tersebut tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi muda, sehingga penghormatan terhadap jasa para pejuang tidak berhenti pada kegiatan peringatan, tetapi juga tercermin dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.