TRIBUNBANTEN.COM, TANGERANG - Penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta akibat dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menyisakan kisah pilu bagi sejumlah penumpang.
Salah satunya dialami seorang ibu bernama Depi yang terpaksa bertahan di terminal bandara bersama anak balitanya yang sedang sakit karena penerbangan lanjutan dibatalkan.
Perempuan berusia 29 tahun itu harus menginap di area Terminal 2E Bandara Soekarno-Hatta setelah penerbangan yang akan membawanya menuju Bandara Silangit, Sumatera Utara, dibatalkan akibat gangguan operasional penerbangan.
Baca juga: Hari Pertama Nihil, Basarnas Perluas Area encarian Jurnalis Hilang saat Liputan Anak Krakatau
Depi sebelumnya melakukan perjalanan dari Bali menuju Medan dengan transit di Bandara Soekarno-Hatta.
Namun, saat tiba di Tangerang, penerbangan lanjutan menuju kampung halamannya tidak dapat dilanjutkan.
"Jadi perjalanan pesawat saya itu dari Bali menuju Medan dan transit lebih dulu di Bandara Soekarno-Hatta, tapi karena situasi yang ada penerbangan selanjutnya dibatalkan sehingga harus menginap di sini," ujar Depi saat diwawancarai Tribun Tangerang.com, Selasa (8/9/2026).
Situasi yang dihadapinya semakin berat ketika anaknya yang masih balita mengalami demam saat mereka terjebak di bandara.
Di tengah kondisi tersebut, Depi mengaku tidak memiliki cukup biaya untuk memenuhi kebutuhan selama menunggu kepastian keberangkatan.
Ia sempat mengajukan proses pengembalian dana atau refund tiket kepada maskapai penerbangan.
Namun, pencairan dana tidak bisa dilakukan secara instan karena harus melalui proses administrasi dari penyedia layanan perjalanan.
Menurut Depi, kondisi tersebut membuatnya berada dalam tekanan psikologis yang cukup berat. Selain harus memikirkan kepulangan, ia juga harus merawat anaknya yang sedang sakit.
"Tapi yang bikin saya sedih itu engga punya uang lagi, terus biaya refund tiket enggak bisa langsung keluar ditambah anakku sakit jadi dari kemarin perasaan ini emang campur aduk banget," paparnya.
Di tengah kesulitan tersebut, bantuan datang dari jajaran Polresta Bandara Soekarno-Hatta yang bertugas di Terminal 2.
Petugas kepolisian memberikan pendampingan, bantuan makanan, hingga pertolongan medis untuk sang anak yang mengalami demam.
Tidak hanya itu, polisi juga memfasilitasi pembelian tiket baru agar Depi dan anaknya dapat melanjutkan perjalanan pulang ke Sumatera Utara.
"Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak kepolisian di Bandara Soekarno-Hatta, karena sudah banyak menolong saya dan anakku sampai bisa pulang lagi ke Medan," ungkapnya.
"Bapak polisi sudah baik banget sama saya mulai dari beliin tiket, kasih makan sampai memberi pertolongan pertama ke anak saya yang demam terus aku masih dikawal sampai naik ke pesawat," terangnya.
Lebih lanjut Kepala Pos Polisi Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Ipda Septian Wahyudi menjelaskan, pihaknya membeli tiket perjalanan baru untuk Depi dan anakya di hari pertama bandara terbesar se-Tanah Air itu kembali beroperasi.
Ke dua penumpang itu difasilitasi untuk bisa berangkat dengan mencari tiket tercepat agar Depi dan putranya bisa segera pulang ke kampung halaman yang berangkat pada pukul 11.25 WIB menaiki maskapai Super Airjet.
"Kami jajaran Polresta Bandara Soekarno-Hatta ada kebiasan urunan setiap Jumat Barokah untuk kegiatan kemanusiaan dan akhirnya kami gunakan dana itu sambil berkoordinasi dengan pinpinan untuk membelikan tiket yang bersangkutan melanjutkan perjalanan," paparnya.
Adapun penanganan tersebut berawal dari informasi penumpang lain yang melihat Depi bersama anaknya dalam kondisi mengkhawatirkan.
Mendapati kabar itu, Septian langsung mendatangi lokasi Depi yang sedang bersama anaknya di kursi pelataran Terminal 2E untuk dibawa ke pos polisi.
Melihat kondisi sang anak yang sakit, koordinasi lebih lanjut dilaksanakan dengan mendatangkan tim dokter kesehatan (dokkes) Polresta Bandara Soekarno-Hatta.
Setelah dilakukan penanganan awal untuk menenangkan kondisi psikologis, Depi pun bercerita hal yang dialaminya kepada polisi.
Hingga akhirnya keputusan memfasilitasi dengan membeli tiket perjalanan baru diambil demi melayani penumpang di bandar udara yang berlokasi pada Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Banten itu.
"Setelah tim dokkes memberi perawatan, Alhamdulillah kondisi penumpang bersama anaknya mulai normal, tenang, sehat dan mentalnya kembali stabil, karena sudah dapat kepastian bisa melanjutkan penerbangan ke Silangit," kata dia.
Septian pun mengimbau kepada masyarakat dan pengguna Bandara Soetta untuk tidak segan melapor keluhan yang dialami kepada polisi untuk ditindaklanjuti.
"Masyarakat kami minta jangan ragu lapor ke pihak kepolisian jika butuh bantuan apapun, caranya bisa menemui polisi yang sedang bertugas, datang ke pos atau kantor polisi terdekat hingga menghubungi call center 110 untuk ditindaklanjuti," jelasnya.