Laporan Wartawan TribunJatim.com, Samsul Hadi
TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin buka suara soal aksi demo pengurus KONI Kota Blitar, Jawa Timur, Selasa (8/9/2026).
Mas Ibin mengatakan, selama ini, Pemkot sebenarnya memfasilitasi penuh terhadap kemajuan olah raga di Kota Blitar.
"Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat termasuk yang kemarin melakukan unjuk rasa (KONI), saya sampaikan terima kasih," kata Mas Ibin.
"Sebetulnya, kemarin kami secara detail belum paham (masalahnya). Kami sedikit pelajari. Intinya teman-teman KONI menuntut kepada pemerintah soal kantor sekretariat dan dana hibah," lanjutnya.
Seperti diketahui, sejumlah pengurus KONI Kota Blitar melakukan aksi damai di depan DPRD dan Kantor Wali Kota Blitar, Senin (7/9/2026).
Wakil Wali Kota Blitar yang juga Plt Ketua KONI Kota Blitar, Elim Tyu Samba juga ikut aksi.
Dalam aksi itu, KONI menuntut soal kantor sekretariat dan pencairan dana hibah untuk pembinaan atlet.
Baca juga: Gelar Aksi Damai di DPRD, KONI Kota Blitar Tuntut Kantor Sekretariat, Wawali Kota Elim Ikut Orasi
Mas Ibin menjelaskan, Pemkot selama ini memfasilitasi penuh terhadap kemajuan olah raga di Kota Blitar, termasuk kepada KONI.
Pemkot telah melaksanakan dana hibah dengan baik kepada KONI, bahkan memberikan bonus kepada atlet Porprov yang nilainya lebih Rp 1 miliar.
"Jadi, selama ini, kami menyiapkan anggaran untuk pembinaan atlet dengan baik," ujarnya.
Terakhir, kata Mas Ibin, ada dinamika yang terjadi di KONI sehingga implementasi kebijakan pemerintah dalam pembinaan atlet kurang berjalan dengan baik.
Setelah Ketua KONI terpilih, Samanhudi Anwar mengundurkan diri, maka ditunjuk pelaksana tugas (Plt) Ketua KONI Kota Blitar, Elim Tyu Samba, yang juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota Blitar.
Sesuai SK yang diterima Pemkot Blitar dari KONI Provinsi Jatim, jabatan Plt KONI Kota Blitar hanya berlaku selama satu bulan mulai 1 September 2026 sampai 1 Oktober 2026.
Dalam SK itu, Plt Ketua KONI Kota Blitar diminta melaksanakan kegiatan harian dan segera melaksanakan musyawarah olah raga kota luar biasa (Musorkot) dalam waktu dekat.
"Mestinya sebagai Plt beliau kirim surat ke Pemkot untuk meminta fasilitas melaksanakan Musorkotlub dan pembinaan KONI. Kalau minta bantuan semestinya pengurus datang dan berbicara dengan Pemkot," katanya.
Sampai kemarin, kata Mas Ibin, tiba-tiba terjadi demo dari pengurus KONI yang menuntut soal kantor sekretariat dan pencairan dana hibah.
Menurutnya, dalam hal pemberian dana hibah sebesar Rp 2,8 miliar, dalam waktu tiga minggu kepada lembaga, pemerintah tidak cukup berani apalagi belum ada ketua definitif.
"Siapapun pejabatnya, dia tidak berani melakukan itu. Saya juga kaget dan prihatin (ada demo), karena dilakukan oleh pejabat negara yang terikat norma aturan dan menjadi teladan untuk masyarakat. Apalagi, (aksi itu) mengajak anak-anak," ujarnya.
Mas Ibin berjanji akan memberikan dana hibah kalau dinamika yang terjadi di KONI sudah selesai.
Pemkot meminta pengurus KONI segera melakukan Musorkotlub untuk memilih ketua definitif.
"Kalau sudah selesai, kami akan berikan (dana hibah), bahkan kalau kurang kami akan carikan. Karena tata kelola pemerintahan itu prosedural, sudah ada mekanisme dan peraturan yang jelas," katanya.
"Jadi kalau dibilang kami ini ada tendensi, itu tidak ada. Kalau legalitas semua sudah oke, akan kami berikan, tidak perlu demo-demo. Soal Musorkotlub, ya tentu pemerintah akan memfasilitasi," pungkasnya.