Nellava Group dan Emas Now Angkat Bicara soal Laporan Polisi hingga Kritik Konsumen
Wiwit Purwanto September 09, 2026 12:32 AM

 

SURYA.CO.ID SURABAYA - Nellava Group dan Emas Now memilih menempuh jalur hukum dengan menyampaikan laporan dan atau pengaduan kepada pihak kepolisian terkait sejumlah konten serta aktivitas digital di media sosial dan platform ulasan daring.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menyelesaikan persoalan melalui mekanisme resmi sekaligus menjaga kepentingan pelanggan, karyawan, mitra usaha, dan keberlangsungan perusahaan.

Marketing Director Nellava, Alif Fauzan, menegaskan laporan tersebut tidak serta-merta menyimpulkan pihak tertentu telah terbukti melakukan pelanggaran. Bukti dan informasi pendukung akan disampaikan kepada pihak berwenang untuk diverifikasi sesuai proses hukum yang berlaku.

"Perusahaan menegaskan bahwa laporan tersebut bukan merupakan kesimpulan bahwa pihak tertentu telah terbukti melakukan pelanggaran. Seluruh bukti dan informasi pendukung akan disampaikan kepada pihak berwenang untuk diverifikasi sesuai proses hukum yang berlaku," kata Alif Fauzan, Marketing Director Nellava dalam keterangan tertulisnya Senin (7/9/2026).

Alif mengatakan, pihaknya memilih jalur hukum karena percaya setiap persoalan harus diselesaikan berdasarkan bukti dan proses yang objektif, bukan melalui perdebatan di media sosial.

Baca juga: Pegadaian Hadirkan Pande Emas di Lumajang, Berdayakan Pengrajin Lokal

Manajemen juga menegaskan langkah hukum tersebut tidak dimaksudkan untuk membatasi kritik maupun keluhan konsumen. Perusahaan tetap membuka ruang bagi pelanggan untuk menyampaikan pengalaman, kritik, maupun pengaduan melalui kanal resmi.

“Jika ada pelayanan yang kurang baik, kami ingin mengetahuinya. Jika ada kesalahan, kami akan mengevaluasi dan memperbaikinya. Kritik konsumen merupakan bagian penting dari proses perusahaan untuk berkembang,” jelas Alif.

Menurut perusahaan, kritik konsumen yang disampaikan secara wajar perlu dibedakan dari informasi atau aktivitas digital yang kebenaran, konteks, maupun sumbernya masih memerlukan verifikasi.

Kritik Tetap Dibuka, Proses Hukum Dihormati

Perusahaan juga mengajak masyarakat memperoleh informasi melalui kanal resmi dan menggunakan mekanisme pengaduan yang tersedia apabila menemukan persoalan dalam layanan.

“Kami tidak menganggap diri kami sempurna. Kami masih terus belajar dan berbenah. Tetapi kami percaya bahwa perusahaan yang telah dibangun bersama ribuan pelanggan memiliki tanggung jawab untuk terus menjaga kepercayaan tersebut,” terang Alif.

Baca juga: Kisah Suginanto Petani Bojonegoro Cuma Ambil 2 Batang Kayu Jati, Kini Mendekam di Penjara

Nellava Group dan Emas Now menyatakan tidak akan menjadikan media sosial sebagai arena untuk saling menyerang. Bukti akan disampaikan kepada pihak berwenang, sementara kritik tetap diterima sebagai bahan evaluasi dan pengaduan pelanggan ditangani melalui mekanisme yang tersedia.

Perusahaan akan tetap menjalankan fokus utamanya, yakni melayani pelanggan, meningkatkan transparansi, mengembangkan teknologi, dan membangun ekosistem perdagangan logam mulia yang semakin mudah diakses masyarakat Indonesia.

Nellava dan Emas Now Tetap Kembangkan Bisnis

Di tengah proses tersebut, Nellava Group dan Emas Now tetap menjalankan aktivitas bisnis sekaligus meningkatkan kualitas layanan dan teknologi.

Berdasarkan data operasional yang dipublikasikan manajemen, Nellava Bullion telah mencatat 17.000+ pesanan emas dan perak, dengan 13.280+ successful deliveries, terdiri dari 1.280+ pengiriman emas dan 12.000+ pengiriman perak.

Nellava juga terus mengembangkan International Live Price, standar kemurnian 999.9, serta Nellava Market+ sebagai bagian dari pengembangan sistem perdagangan logam mulia yang semakin transparan dan mengikuti dinamika pasar.

Sementara itu, Emas Now terus memperluas ekosistem melalui integrasi store, website, aplikasi, marketplace, dan CRM. Melalui Emas Now SmartBuy, pelanggan dapat melakukan pembelian emas secara digital dengan sistem verifikasi, pemantauan pesanan, pengiriman, serta opsi pengambilan di store.

Baca juga: Kebakaran Rumah di Permukiman Padat Tambak Wedi, 9 Unit Damkar DPKP Surabaya Dikerahkan

Emas Now juga mengembangkan Marketplace dengan fitur user verification, payment protection, seller price setting, chat & negotiation, insured shipping, dan order tracking.

"Ekosistem tersebut dilengkapi berbagai layanan seperti Instant Cash, LIVE+, MAXI, dan LM+, sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk membeli, menjual, melakukan buyback, dan bertransaksi logam mulia," ungkap Alif.

"Bagi Nellava Group dan Emas Now, persoalan yang sedang berjalan merupakan bagian dari proses hukum yang akan dihormati. Namun perjalanan bisnis tetap berlanjut. Karena kepercayaan tidak dibangun dalam satu hari, dan tidak pula ditentukan oleh satu unggahan. Kepercayaan dibangun melalui apa yang dilakukan perusahaan setiap hari," pungkas Alif.
 
 
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.