Ibu Syok Tahu Kakak-Adik Dibunuh di Banyuasin, Ayah Sempat Mencari hingga Akhirnya Wafat
Glery Lazuardi September 09, 2026 03:38 AM

TRIBUNNEWS.COM - Peristiwa hilangnya dua kakak-adik asal Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Rani (18) dan Ayuhana (13), selama hampir lima tahun akhirnya terungkap.

Keduanya ditemukan dalam kondisi tinggal kerangka di sebuah rumah kosong di kawasan Perumahan Amanah, Kelurahan Keramat Raya, Kecamatan Talang Kelapa, Minggu (6/9/2026).

Lokasi penemuan berjarak sekitar 1 kilometer dari rumah keluarga korban di Jalan Kebun Jeruk, Kelurahan Keramat Raya.

Polisi menyatakan kedua korban merupakan korban pembunuhan yang diduga telah direncanakan. Dalam kasus tersebut, polisi menangkap dua tersangka, yakni Rendi Saputra alias RS (27) dan Andika alias Dika (25).

Kasatreskrim Polres Banyuasin AKP Sandi Karisma mengatakan kasus tersebut terungkap setelah seorang warga menemukan sepeda motor di dalam parit saat mencari kayu di sekitar kawasan perumahan kosong.

"Karena penasaran, warga ini melihat di sekeliling lokasi dan masuk ke dalam rumah kosong yang ada di dalam perumahan. Saat masuk ke dalam perumahan, warga ini menemukan dua kerangka manusia dan memutuskan untuk melaporkannya ke nomor 110," kata Sandi, Selasa (8/9/2026).

Polisi kemudian mendatangi lokasi bersama personel Polsek Talang Kelapa dan Inafis Polres Banyuasin.

Hasil identifikasi menunjukkan dua kerangka tersebut merupakan Rani dan Ayuhana yang sebelumnya dilaporkan hilang pada 27 Oktober 2021.

Baca juga: Detik-detik Kakak Beradik Dibunuh di Banyuasin, Dua Pelaku Sempat Menginap di TKP

Ditemukan Setelah Kebakaran Lahan

Penemuan kerangka bermula ketika Rohani alias Otong mencari kayu di sekitar Perumahan Amanah.

Kawasan tersebut diketahui sudah lama tidak dihuni dan dipenuhi semak belukar.

Ketua RT setempat, Heri Fauzi, mengatakan akses menuju lokasi cukup sulit.

Kondisi kawasan menjadi lebih terbuka setelah terjadi kebakaran lahan yang menghanguskan sebagian semak belukar.

"Memang sulit. Setelah kebakaran lahan kita bisa menemukan kerangka itu. Ada jalan untuk membuka, Kalau enggak ada kebakaran lahan ini, mungkin juga semakin sulit untuk ditempuh," ungkap Heri.

Saat menyisir kawasan tersebut, Otong menemukan sepeda motor dalam kondisi rusak dan terendam di parit.

Kendaraan itu kemudian diketahui memiliki keterkaitan dengan dua korban yang hilang lima tahun sebelumnya.

"Kerangka motornya ditemukan di dalam parit itu. Dia itu lagi motong kayu gelam ini, lalu dia lapor ke kita, setelah lapor kita temui dan benar motor yang hilang 5 tahun silam," ujarnya.

Warga kemudian memeriksa rumah kosong yang berada sekitar 10 meter dari lokasi sepeda motor. Dari salah satu ruangan, mereka menemukan dua kerangka manusia.

"Terus kita inisiatif lagi buka lagi kamar yang itu, rupanya tertutup. Setelah kita buka, kita kaget. Rupanya benar ada kerangka," ungkap Heri.

Polisi Tangkap Dua Tersangka

Setelah identitas korban diketahui, polisi meminta keterangan keluarga dan sejumlah saksi. Penyelidikan kemudian mengarah kepada Rendi Saputra, yang diketahui pernah menjalin hubungan dengan Rani.

Rendi ditangkap di wilayah Kenten, Kecamatan Talang Kelapa. Dari pemeriksaan, polisi menyebut Rendi mengakui keterlibatannya dan menyebut adanya pelaku lain.

"Mengetahui keberadaan pelaku Rendi, kami langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku Rendi di wilayah Kenten Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin. Dari hasil interogasi, pelaku Rendi mengakui perbuatannya dan beraksi tidak hanya seorang diri," jelas Sandi.

Polisi kemudian menangkap Andika di kawasan Kelurahan Sei Sedapat, Kecamatan Talang Kelapa.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, polisi menyebut kedua tersangka telah menyiapkan aksi tersebut dengan memanfaatkan rumah kosong sebagai lokasi persiapan dan tempat menyembunyikan jasad korban.

"Sebelum terjadinya kejadian, mereka sempat menginap selama satu malam di rumah kosong tersebut, kemudian berencana untuk menghalangi atau memportal jalan dari korban untuk menuju ke sekolah. Jadi ketika pagi hari jalan sudah diportal," jelas pihak kepolisian.

Menurut polisi, kedua korban saat itu berangkat sekolah menggunakan sepeda motor Honda Legenda. Ketika melintas di jalan yang telah dihalangi, kendaraan mereka berhenti.

Polisi menyebut Ayuhana kemudian diserang dan meninggal dunia. Rani dibawa ke rumah kosong tersebut dan kemudian turut menjadi korban.

"Penusukan itu membuat korban Rani meninggal di lokasi kejadian. Setelah itu, pelaku membuang sepeda motor korban di aliran air dekat perumahan dan meninggalkan kedua korban di dalam rumah kosong dengan kondisi sudah meninggal dunia," pungkasnya.

Polisi menyebut kedua tersangka dikenakan Pasal 459 KUHP tentang pembunuhan berencana dan Pasal 458 KUHP tentang pembunuhan.

Penyidik masih melakukan pemeriksaan serta mengumpulkan alat bukti tambahan untuk mendalami kasus tersebut.

"Barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian berupa tas sekolah, buku pelajaran atas nama kedua korban, seragam SMP dan SMA, jilbab, sepatu serta sejumlah barang pribadi dan perhiasan yang diduga milik kedua korban. Saat ini, kami masih terus melakukan interogasi terhadap kedua pelaku untuk memastikan secara detail pembunuhan berencana yang dilakukan para pelaku ini," ungkap Sandi.

Baca juga: Kesaksian Otong, Sosok Penemu Kerangka Kakak Beradik di Banyuasin, Berawal dari Temukan Motor Korban

Polisi Ungkap Dugaan Motif

Polisi menyebut Rendi diduga menyimpan dendam setelah hubungan asmaranya dengan Rani tidak mendapat restu keluarga.

"Hubungan keduanya diduga tidak mendapat restu keluarga, sehingga muncul rasa sakit hati dari pelaku RS. Dari rasa sakit hati karena tidak direstui, pelaku dendam hingga berencana melakukan pembunuhan terhadap korban," kata Shandy, Selasa (8/9/2026).

Keterangan serupa disampaikan polisi dalam pengungkapan kasus tersebut.

"Adapun motif dari pembunuhan berdasarkan penyelidikan, dikarenakan pelaku utama dengan inisial RS merasa sakit hati atau dendam karena tidak direstui untuk menikah dengan korban bernama Rani," ujar pihak kepolisian dalam keterangan yang dikutip dari akun Instagram @polisi_banyuasin, Senin (7/9/2026).

Polisi juga menyebut hubungan Rendi dan Rani berlangsung pada 2021 sebelum kedua korban dilaporkan hilang.

"Hubungan pelaku dengan korban pernah berpacaran di tahun 2021, kemudian tidak direstui oleh keluarganya lalu menyimpan dendam terhadap korban," tambahnya.

Penyidik masih mendalami kemungkinan adanya fakta atau tindak pidana lain dalam kasus tersebut.

"Kami masih melakukan pendalaman terkait pelaku, apakah ada tindak pidana lainnya," tutup pihak kepolisian.

Keluarga Minta Hukuman Maksimal

Penemuan kedua korban menjadi pukulan bagi keluarga. Helmi Nursidah (50), ibu Rani dan Ayuhana, mengaku sempat tidak sadarkan diri ketika mengetahui kondisi kedua putrinya.

Ia juga mengaku terkejut setelah mengetahui Rendi, yang pernah menjadi kekasih Rani, diduga terlibat dalam kasus tersebut.

"Semalam pas ketemu langsung, dak sadar lagi saya, kepengin ngantam (memukul). Geram sekali karena dia yang dipercaya, tidak menyangka sama sekali," ungkap Helmi, Senin (7/9/2026).

Selama bertahun-tahun, keluarga terus mencari keberadaan kedua korban.

Ayah korban yang sebelumnya melaporkan kehilangan mereka juga disebut terus melakukan pencarian hingga meninggal dunia sekitar dua tahun lalu.

"Bapaknya yang buat laporan polisi, tapi memang tidak ada hasil. Sampai bapaknya meninggal juga tidak ketemu," ucap Helmi.

Atas kasus tersebut, keluarga meminta proses hukum terhadap para tersangka berjalan dan hukuman maksimal diberikan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Bila perlu nyawa balik nyawa, tengkorak pulang tengkorak. Kami minta hukumannya ditambah dan dijatuhi hukuman maksimal," tegas Helmi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.