Masa Depan Apriyani Terjawab, Bagas Maulana Jadi Partner Baru, PBSI Punya 3 Ganda Campuran Baru
Arif Tio Buqi Abdulah September 09, 2026 03:38 AM

TRIBUNNEWS.COM - PBSI kembali melakukan perubahan komposisi di sektor ganda campuran Indonesia.

Tiga pasangan baru disiapkan untuk tampil di sejumlah turnamen dalam waktu dekat, termasuk duet Dejan Ferdinansyah/Felisha Pasaribu serta Bagas Maulana/Apriyani Rahayu.

Perubahan ini sekaligus menjawab masa depan Apriyani setelah partner sebelumnya, Dejan, dipasangkan dengan Felisha.

Sebelumnya, nama Dejan dan Felisha sempat terdaftar dalam daftar M&Q Denmark Open 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 13-18 Oktober 2026.

Pada turnamen level Super 750 tersebut, BWF Corporate merilis M&Q versi pertama dengan mencantumkan nama Dejan dan Felisha sebagai salah satu pasangan ganda campuran.

Beredarnya nama dua pemain yang akan dipasangkan itu pun membuat publik bertanya-tanya akan nasih peraih Medali Emas Olimpiade Tokyo 2020, Apriyani Rahayu.

Dengan pengumuman terbaru PBSI ini, nasib Apriyani pun terjawab. Kini ia akan melanjutkan karier di sektor ganda campuran bersama Bagas Maulana setelah sebelumnya bersama Dejan Ferdinansyah.

Baca juga: Dejan Ferdinansyah Ganti Partner Lagi, Duet dengan Felisha Pasaribu di Denmark Open 2026

Selain dua pasangan tersebut, PBSI juga mencoba kombinasi M Nawaf Khoiriyansyah/Indah Cahya Sari Jamil. 

Ketiga pasangan ini akan mendapat kesempatan tampil di turnamen berbeda sebagai bagian dari proses pencarian komposisi terbaik.

Dejan/Felisha dijadwalkan menjalani debut pada Denmark Open 2026. Turnamen level Super 750 tersebut berlangsung pada 13-18 Oktober 2026 dan menjadi panggung pertama bagi keduanya sebagai pasangan baru.

Sementara itu, Bagas/Apriyani akan memulai perjalanan mereka di Indonesia International Challenge 2026 di Surabaya pada 22-27 September.

Adapun Nawaf/Indah dijadwalkan tampil pertama kali pada Malaysia Super 100 2026 yang bergulir mulai 13-18 Oktober.

Perubahan tersebut cukup menarik karena ketiga pasangan dibentuk dari pemain yang sebelumnya memiliki partner berbeda. 

Dejan sebelumnya bermain bersama Apriyani dan baru saja membantu Indonesia meraih gelar Pontianak International Challenge 2026 dan jadi juara 3 di Indonesia Masters di Pontianak.

Felisha juga bukan nama baru di sektor ganda campuran. Ia sebelumnya berpasangan dengan Jafar Hidayatullah.

Jafar/Felisha sempat berkembang hingga masuk jajaran 10 besar dunia, tetapi performa mereka menurun dalam beberapa waktu terakhir dan beberapa kali mundur dari turnamen besar, termasuk Kejuaraan Dunia BWF 2026.

Kini Dejan dan Felisha mendapat kesempatan untuk membangun kombinasi baru, sementara Apriyani juga harus beradaptasi dengan partner yang berbeda.

Baca juga: 14 Wakil Indonesia di Denmark Open 2026: Putri KW Sendirian, Duet Dejan/Felisha Patut Dinanti

Sementara itu, bagi Bagas bermain bersama Apriyani menjadi lanjutan dari proses peralihannya ke ganda campuran.

Sebelumnya, pemain yang dikenal sebagai spesialis ganda putra itu sempat berpasangan dengan Indah Cahya dalam dua turnamen, yakni Pontianak International Challenge dan Indonesia Masters Super 100.

Dalam dua turnamen tersebut, Bagas/Indah mampu mencapai perempat final.

Hasil itu menjadi modal awal bagi Bagas setelah sebelumnya menjalani karier di ganda putra bersama Leo Rolly Carnando dan Muh Putra Erwiansyah.

Adapun Indah Cahya kini juga mendapat partner baru. Ia akan dipasangkan dengan Nawaf Khoiriyansyah, pemain berusia 20 tahun yang lebih banyak bermain di sektor ganda campuran.

Nawaf sebelumnya berpasangan dengan Nahya Muhfiya di ganda campuran. Ia juga sempat bermain di ganda putra bersama Adrian Pratama pada musim ini.

Pelatih ganda campuran Indonesia, Nova Widianto, menjelaskan bahwa perubahan tersebut dilakukan untuk mencari format pasangan yang paling tepat. 

PBSI tidak ingin langsung menentukan pasangan permanen, melainkan memberikan kesempatan kepada setiap kombinasi untuk menunjukkan potensinya di pertandingan.

"Seperti sekarang kami sedang mencari format terbaik untuk sektor ganda campuran. Karena itu, beberapa kombinasi pasangan seperti Dejan/Felisha, Bagas/Apriyani dan Nawaf/Indah akan kami coba," kata Nova.

Ketiga pasangan tersebut nantinya akan dinilai berdasarkan sejumlah aspek, mulai dari chemistry, komunikasi, pola permainan hingga konsistensi ketika bertanding. 

Hasil dari beberapa turnamen akan menjadi bahan evaluasi PBSI untuk menentukan langkah berikutnya.

Perombakan ini juga tidak hanya ditujukan untuk kebutuhan jangka pendek. PBSI memasukkan proses tersebut ke dalam program jangka panjang menuju Road to Olympic.

"Mereka akan bermain di beberapa turnamen untuk melihat bagaimana hasilnya, termasuk chemistry, komunikasi, pola permainan, dan konsistensi mereka di lapangan. Dari situ nanti akan kami evaluasi," ujar Nova.

Dengan demikian, Apriyani tidak kehilangan tempat setelah Dejan berganti pasangan. 

Ia justru mendapat kesempatan membangun kombinasi baru bersama Bagas, sementara PBSI secara bersamaan menguji dua duet lainnya untuk menemukan pasangan ganda campuran yang paling kompetitif ke depannya.

(Tribunnews.com/Tio)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.