SURYA.co.id, GRESIK - Penggunaan kayu bakar dalam proses produksi menjadi salah satu faktor yang memperparah kebakaran pabrik kerupuk di Desa Gempolkurung, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Api dengan cepat membesar setelah minyak goreng yang tumpah dari wajan mengenai bahan bakar kayu.
Kebakaran terjadi pada Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 14.37 WIB di pabrik kerupuk yang berada di Dusun Gempol RT 07/RW 06, Desa Gempolkurung, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Meski bangunan pabrik ludes terbakar, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut.
Baca juga: Kebakaran Rumah di Permukiman Padat Tambak Wedi, 9 Unit Damkar DPKP Surabaya Dikerahkan
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Suyono, menjelaskan kebakaran bermula saat aktivitas penggorengan kerupuk berlangsung.
Wajan yang digunakan untuk menggoreng bocor hingga berlubang.
Minyak kemudian tumpah dan menyebar ke area sekitar tungku.
Pada saat bersamaan, kompor yang digunakan masih mengandalkan kayu bakar.
Minyak yang mengenai bahan bakar tersebut kemudian memicu kobaran api.
"Api berasal pada waktu penggorengan kerupuk kemudian wajan penggorengan berlubang sehingga minyak tumpah. Dikarenakan masih menggunakan kompor berbahan kayu bakar sehingga minyak yang tumpah dan melebar mengenai bahan bakar kayu," ujar Suyono, Rabu (9/9/2026).
Api selanjutnya dengan cepat merambat hingga melalap bangunan pabrik.
Kebakaran pertama kali dilaporkan oleh Ersa, salah seorang saksi di lokasi. Ia menghubungi Call Center 112 untuk meminta bantuan pemadam kebakaran.
Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada personel Pos Damkar Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Sebanyak lima personel langsung diberangkatkan menuju lokasi.
Setiba di lokasi, petugas segera melakukan pemadaman. Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, petugas melakukan pembasahan di area yang terbakar.
Penyisiran juga dilakukan untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api yang masih menyala dan berpotensi menyebabkan kebakaran kembali.
Setelah lokasi dinyatakan kondusif, personel kembali ke Pos Damkar Menganti untuk bersiaga. Proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam.
Suyono memastikan tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka akibat kebakaran tersebut.
Sementara itu, nilai kerugian material masih dalam proses penyelidikan.
"Tidak ada korban jiwa maupun luka, total kerugian masih dalam penyelidikan," kata Suyono.
Peristiwa ini menambah daftar kejadian kebakaran yang ditangani petugas di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Sepanjang September 2026, tercatat 43 kejadian kebakaran di wilayah tersebut.
Selain itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Gresik, Jawa Timur, juga menangani 14 kejadian penyelamatan.
Tingginya angka kejadian tersebut menjadi perhatian, terutama terhadap aktivitas masyarakat maupun usaha yang menggunakan sumber api dan bahan yang mudah terbakar.
Kebakaran di pabrik kerupuk tersebut menunjukkan pentingnya pengawasan terhadap peralatan produksi, terutama ketika proses pengolahan menggunakan minyak dalam jumlah besar dan sumber panas berbahan bakar kayu.
Kebocoran pada peralatan penggorengan yang disertai keberadaan bahan bakar mudah terbakar dapat mempercepat munculnya kobaran api.
Karena itu, pemeriksaan peralatan dan pengawasan selama proses produksi menjadi langkah penting untuk mencegah kejadian serupa.