Liputan6.com, Jakarta - Cimol menjadi salah satu camilan sederhana yang banyak disukai karena teksturnya yang kenyal di dalam dan gurih di luar. Namun, membuat cimol sendiri di rumah sering kali tidak semudah yang dibayangkan. Salah sedikit saat membuat adonan atau menggoreng, cimol bisa meledak dan minyak panas pun berisiko menyiprat.
Kabar baiknya, ada beberapa trik sederhana yang bisa dilakukan agar cimol matang sempurna, tetap kenyal, dan tidak mudah meledak saat digoreng. Rahasianya bukan hanya pada bahan, tetapi juga pada cara mencampur adonan hingga teknik memasukkannya ke dalam minyak. Berikut ulasan selengkapnya, dirangkum Liputan6.com pada Rabu (9/9/2026).

Untuk membuat cimol kenyal di rumah, bahan yang diperlukan cukup sederhana. Berikut bahan yang bisa digunakan:
Untuk penyajian, cimol dapat diberi tambahan bubuk cabai, bubuk balado, keju, atau bumbu sesuai selera.
Langkah pertama adalah membuat biang. Masukkan air, bawang putih, garam, dan kaldu bubuk ke dalam panci, kemudian panaskan hingga mendidih.
Setelah mendidih, kecilkan api lalu masukkan sedikit tepung tapioka. Aduk cepat hingga campuran menjadi seperti pasta. Biang ini membantu adonan cimol menjadi lebih mudah menyatu dan menghasilkan tekstur yang kenyal.
Setelah itu, tuangkan biang ke sisa tepung tapioka. Aduk perlahan hingga adonan mulai tercampur. Jika sudah cukup hangat untuk disentuh, uleni sebentar sampai adonan dapat dibentuk.
Jangan menambahkan terlalu banyak air sekaligus. Adonan yang terlalu basah justru dapat membuat cimol sulit dibentuk dan teksturnya kurang bagus setelah digoreng.

Ambil sedikit adonan lalu bulatkan menggunakan telapak tangan. Usahakan ukurannya relatif sama agar cimol matang secara bersamaan.
Jangan membuat cimol terlalu besar. Ukuran yang terlalu besar membuat bagian luar cepat matang sementara bagian dalam masih menyimpan uap dan air. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko cimol pecah ketika digoreng.
Pastikan permukaan cimol juga cukup halus dan tidak memiliki retakan. Retakan pada adonan dapat menjadi celah keluarnya uap ketika terkena panas minyak.
Ini menjadi salah satu bagian terpenting saat membuat cimol.
Berbeda dengan beberapa jenis gorengan yang langsung dimasukkan ke minyak panas, cimol sebaiknya dimasukkan terlebih dahulu ke minyak yang masih dingin atau belum panas.
Masukkan cimol secukupnya ke dalam minyak, kemudian nyalakan kompor dengan api kecil. Biarkan cimol perlahan memanas bersama minyak sambil sesekali diaduk.
Teknik ini membantu cimol beradaptasi dengan kenaikan suhu secara bertahap sehingga risiko adonan meledak dapat dikurangi.

Setelah minyak mulai panas, pertahankan api kecil. Aduk cimol secara perlahan agar matang merata dan tidak saling menempel.
Cimol biasanya akan mulai mengembang ketika suhu minyak meningkat. Jangan langsung menggunakan api besar karena bagian luar bisa cepat mengeras sementara bagian dalam masih menghasilkan uap.
Jika cimol sudah mengembang dan permukaannya terasa lebih kokoh, Anda dapat menaikkan api sedikit untuk membantu membuat bagian luarnya lebih matang.
Kesalahan lain yang sering dilakukan adalah memasukkan terlalu banyak cimol sekaligus.
Wajan yang terlalu penuh membuat cimol sulit bergerak dan suhu minyak bisa berubah drastis. Akibatnya, cimol berpotensi menempel satu sama lain atau matang tidak merata.
Sebaiknya goreng cimol dalam beberapa tahap. Berikan ruang yang cukup agar cimol bisa bergerak ketika diaduk.

Cimol tidak perlu digoreng terlalu lama. Setelah permukaannya terlihat matang dan bagian luarnya cukup kokoh, segera angkat dan tiriskan.
Tiriskan cimol menggunakan saringan atau letakkan di atas kertas penyerap minyak agar hasil akhirnya tidak terlalu berminyak.
Setelah itu, masukkan cimol ke dalam wadah lalu tambahkan bumbu favorit. Kocok atau aduk hingga seluruh permukaannya terlapisi bumbu.
Ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari ketika membuat cimol sendiri di rumah.
Pertama, jangan menggunakan api besar sejak awal. Suhu minyak yang terlalu tinggi dapat membuat bagian luar cimol cepat matang sementara bagian dalam masih menghasilkan uap.
Kedua, jangan membuat adonan terlalu basah. Takaran air yang berlebihan dapat memengaruhi tekstur dan membuat proses penggorengan menjadi lebih sulit.
Ketiga, perhatikan kondisi adonan. Cimol yang memiliki banyak retakan pada permukaannya sebaiknya dibentuk kembali hingga permukaannya halus.
Terakhir, jangan terburu-buru memasukkan cimol ke minyak yang sudah sangat panas. Teknik minyak dingin dan api kecil menjadi salah satu cara yang lebih aman untuk membantu mengurangi risiko cimol meledak.

Agar hasilnya semakin nikmat, gunakan tepung tapioka sebagai bahan utama dan jangan terlalu lama menguleni adonan setelah semua bahan tercampur.
Gunakan air panas untuk membuat biang, karena proses tersebut membantu tepung mengalami gelatinisasi sehingga teksturnya lebih elastis dan kenyal.
Selain itu, gunakan bumbu secukupnya agar rasa cimol tetap gurih tanpa membuat adonan terlalu asin. Setelah matang, cimol bisa langsung dibumbui dengan bubuk cabai, balado, barbeque, atau bumbu keju.
Dengan teknik yang tepat, cimol buatan sendiri bisa memiliki tekstur kenyal, gurih, dan tetap nikmat tanpa harus khawatir mudah meledak ketika digoreng.
Cimol dapat meledak ketika uap dan air di dalam adonan mengalami tekanan saat terkena suhu minyak yang tinggi. Adonan yang retak, terlalu basah, atau langsung dimasukkan ke minyak yang sangat panas juga dapat meningkatkan risikonya.
Sebaiknya cimol dimasukkan ke minyak yang masih dingin atau belum panas, kemudian dipanaskan secara perlahan dengan api kecil. Teknik ini membantu cimol matang secara bertahap dan mengurangi risiko meledak.
Gunakan tepung tapioka sebagai bahan utama dan buat biang menggunakan air mendidih. Jangan menggunakan terlalu banyak air agar adonan tidak terlalu lembek.
Sebaiknya tidak sejak awal. Gunakan api kecil terlebih dahulu agar cimol matang perlahan. Setelah cimol mengembang dan permukaannya mulai kokoh, api bisa sedikit dinaikkan.
Cimol bisa menjadi keras karena adonan terlalu banyak tepung, kurang air, proses pengulenan kurang tepat, atau digoreng terlalu lama dengan suhu tinggi.
Waktu menggoreng bergantung pada ukuran cimol dan kondisi minyak. Yang terpenting, goreng perlahan sampai cimol mengembang dan matang, lalu segera angkat agar tidak menjadi keras.