Liputan6.com, Jakarta - Industri mobil listrik China tengah berkembang dengan kecepatan yang sangat tinggi. Hampir setiap hari hadir model kendaraan listrik baru untuk merebut perhatian konsumen di tengah persaingan yang semakin ketat.
Namun, derasnya peluncuran kendaraan listrik tersebut turut memunculkan perhatian terhadap aspek kualitas, khususnya baterai.
Pasalnya, siklus pengembangan kendaraan yang semakin singkat dinilai dapat meningkatkan risiko masalah pada baterai apabila tidak diimbangi proses validasi dan pengujian yang memadai.
Peringatan tersebut disampaikan Chairman CATL, Robin Zeng, dalam World Power Battery Conference 2026 di Yibin, Sichuan, China.
Mengutip CarNewsChina, Rabu (9/9/2026), lebih dari 600 model kendaraan energi baru telah diperkenalkan di China sepanjang 2026. Angka tersebut menggambarkan betapa agresifnya produsen otomotif China menghadirkan produk baru untuk bersaing di pasar kendaraan listrik.
Menurut Zeng, ketatnya persaingan membuat produsen harus mempercepat siklus pengembangan kendaraan. Di saat yang sama, perusahaan juga dituntut menjaga harga kendaraan agar tetap kompetitif.
Kombinasi antara peluncuran model baru yang cepat dan tekanan harga tersebut dapat membuat waktu yang tersedia untuk melakukan validasi serta pengujian kendaraan menjadi semakin terbatas.
Kondisi ini, menurut Zeng, berpotensi meningkatkan risiko terjadinya batch-level failures atau kegagalan baterai secara berkelompok.
Baterai menjadi perhatian utama karena komponen tersebut merupakan salah satu bagian terpenting dalam kendaraan listrik.
Gangguan pada baterai tidak hanya berpotensi memengaruhi performa kendaraan, tetapi juga dapat berdampak terhadap keandalan sistem secara keseluruhan.
Untuk mengantisipasi risiko tersebut, CATL menerapkan standar pengendalian kualitas yang sangat ketat dalam proses produksi sel baterai.
Perusahaan menargetkan tingkat cacat hanya satu sel dari setiap satu miliar sel yang diproduksi, atau setara dengan 1 part per billion (PPB).
Sebagai gambaran, standar cacat 1 part per million (PPM) berarti terdapat potensi hingga 1.000 sel bermasalah dari setiap satu miliar sel yang diproduksi.
Dengan target 1 PPB, CATL berupaya menekan angka tersebut hingga 1.000 kali lebih rendah dibandingkan standar 1 PPM.
Meski demikian, target tersebut perlu dipahami secara tepat. Angka 1 PPB merupakan target pengendalian kualitas internal CATL pada tingkat manufaktur sel, bukan angka yang menunjukkan tingkat kegagalan kendaraan listrik yang beredar di jalan.
Zeng juga menjelaskan pentingnya pengendalian kualitas sel melalui konsep barrel effect.
Dalam satu paket baterai kendaraan listrik terdapat banyak sel yang bekerja secara bersama-sama. Kinerja keseluruhan sistem dapat dipengaruhi oleh sel yang memiliki kapasitas paling rendah atau impedansi paling tinggi.
Artinya, satu sel yang memiliki karakteristik tidak sesuai standar berpotensi memengaruhi performa paket baterai secara keseluruhan.
Karena itu, pengendalian kualitas tidak cukup hanya dilakukan pada tingkat paket baterai atau kendaraan. Pemeriksaan pada setiap sel menjadi semakin penting, terutama ketika produksi dilakukan dalam skala yang sangat besar.
Di balik pesatnya pengembangan mobil listrik China, produsen juga menghadapi tekanan harga yang semakin kuat.
Persaingan membuat perusahaan berlomba menghadirkan model baru dengan teknologi terbaru, tetapi tetap menawarkan harga yang kompetitif kepada konsumen.
Tekanan tersebut berlangsung bersamaan dengan harga sel baterai lithium iron phosphate (LFP) yang dilaporkan berada di bawah 0,35 yuan per Wh.
Meski demikian, harga sel baterai tersebut tidak secara langsung membuktikan adanya hubungan sebab-akibat dengan potensi kegagalan baterai. Angka tersebut lebih menggambarkan kondisi biaya dan persaingan yang tengah dihadapi industri kendaraan listrik China.
Peringatan dari CATL menunjukkan bahwa pesatnya pertumbuhan industri mobil listrik tidak hanya menghadirkan peluang, tetapi juga tantangan dalam menjaga kualitas produk.
Semakin cepat produsen menghadirkan kendaraan baru, semakin penting pula proses validasi, pengujian, dan pengendalian kualitas dilakukan secara menyeluruh.
Terlebih, baterai merupakan komponen vital dalam kendaraan listrik yang terdiri dari banyak sel dengan karakteristik yang harus dikontrol secara presisi.
Dengan demikian, perlombaan menghadirkan mobil listrik baru di China pada akhirnya bukan hanya soal siapa yang paling cepat meluncurkan model terbaru, tetapi juga siapa yang mampu menjaga keandalan, keamanan, dan kualitas baterai di tengah produksi massal.
Target 1 PPB yang dicanangkan CATL menjadi salah satu gambaran betapa ketatnya standar manufaktur yang dibutuhkan untuk menjaga kualitas baterai ketika industri kendaraan listrik berkembang dalam skala yang semakin besar.