5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Basarnas Perluas Pencarian
Dian Anditya Mutiara September 09, 2026 11:32 AM

 

WARTAKOTALIVE.COM, PANDEGLANG - Lima jurnalis bersama tiga orang lainnya hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Pandeglang, Banten.

Rombongan tersebut berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB dan hingga kini belum kembali.

Delapan orang berada di dalam speedboat tersebut. Mereka terdiri dari kapten kapal Warta (55), anak buah kapal (ABK) Surakman (60), guide Heriyanto (49), serta lima jurnalis yakni M. Bagus Khoirunnas, Arie Basuki, Yudhis, Daus, dan Donal.

Rombongan awalnya dijadwalkan melakukan perjalanan pulang-pergi untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Namun, hingga Selasa (8/9/2026), speedboat tersebut belum kembali ke Dermaga Pagedongan.

Tim SAR gabungan pun dikerahkan untuk mencari keberadaan kapal beserta seluruh penumpangnya.

Baca juga: Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau yang Sempat Mengarah ke Jakarta Kini Mulai Menjauh

Lokasi Terakhir Sinyal HP

Basarnas Lampung turut bersiaga menyusul laporan hilang kontaknya lima jurnalis tersebut.

Humas Basarnas Lampung, Deni, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan potensi SAR di wilayah Lampung.

Namun, operasi pencarian masih dipimpin Kantor SAR Banten karena lokasi terakhir sinyal telepon seluler rombongan masih berada di wilayah Banten.

"Kami menerima informasi ada lima jurnalis yang berangkat dari Banten ke Gunung Anak Krakatau untuk tugas peliputan. Saat ini masih dalam pencarian oleh Kantor SAR Banten," kata Deni, Selasa (8/9/2026) malam.

Baca juga: Abu Vulkanik Anak Krakatau Masih Terasa di Jakarta, Harga Masker Disorot DPRD DKI

Deni menjelaskan, Basarnas Lampung belum melakukan pencarian langsung di perairan karena titik terakhir keberadaan rombongan masih mengarah ke wilayah Banten.

"Lokasi terakhir sinyal HP-nya masih dekat ke wilayah Banten. Jadi sementara Kantor SAR Banten yang memimpin aksi di lapangan," ungkapnya.

Berdasarkan data Basarnas, titik terakhir kapal terdeteksi berada di koordinat 6°14'40.52" LS dan 105°40'49.48" BT, atau sekitar 9,98 mil laut dari posisi RIB 02 Banten.

SAR Sisir Selat Sunda

HILANG KONTAK -  Visualisasi Google Maps berdasarkan data Basarnas yang mengungkapkan titik terakhir komunikasi kapal rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Selasa (8/9/2026). Basarnas Lampung bersiaga menyusul laporan lima jurnalis yang hilang kontak, hingga kini belum ditemukan

Tim SAR gabungan mengerahkan Rescue Inflatable Boat (RIB) 02 Banten untuk menyisir perairan Selat Sunda.

Operasi pencarian dimulai dari titik yang diduga menjadi lokasi terakhir speedboat, dengan jarak sekitar 9,98 nautical mile (NM) dari posisi RIB 02 Banten.

Waktu tempuh menuju lokasi tersebut diperkirakan sekitar 40 menit.

Saat pencarian berlangsung, kondisi cuaca dilaporkan cerah berawan. Angin bertiup dari selatan ke utara dengan kecepatan sekitar 16,7 knot, sedangkan tinggi gelombang berkisar 0,4 hingga 1 meter.

Operasi tersebut melibatkan enam personel Tim Rescue Unit Siaga SAR (USS) Pandeglang bersama Polairud Pandeglang dan pemilik kapal.

Sejumlah peralatan pendukung juga dikerahkan, mulai dari Rescue Car, perlengkapan SAR air, alat komunikasi hingga peralatan medis.

Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, mengatakan pihaknya menerima laporan kecelakaan kapal hilang kontak pada Selasa sekitar pukul 13.55 WIB.

"Kami menerima laporan awal kejadian kecelakaan kapal hilang kontak pada Selasa pukul 13.55 WIB," kata Al Amrad dalam keterangan resminya, Selasa.

Pencarian Diperluas

Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, mengatakan pencarian dilakukan setelah pihaknya menerima informasi bahwa kapal yang membawa rombongan jurnalis belum kembali ke Dermaga Pagedongan, Carita.

“Polda Banten bersama Basarnas telah bergerak melakukan pencarian di sekitar lokasi yang diduga menjadi titik terakhir rombongan tersebut melakukan komunikasi,” katanya.

Tim gabungan kemudian menyisir titik koordinat terakhir komunikasi hingga sejumlah pulau di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau.

Al Amrad mengatakan pencarian akan dilanjutkan pada Rabu (9/9/2026) dengan memperluas area operasi dari Carita hingga Gunung Anak Krakatau.

"Rencananya besok (hari ini) tim akan memperluas area pencarian dari mulai Carita sampai ke Gunung Anak Krakatau," ujar Al Amrad.

Area pencarian akan diperluas dengan melibatkan sejumlah peralatan tambahan, termasuk drone thermal dan kapal penyelamat.

Sempat Hubungi Istri dan Kirim Lokasi

Kepala Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Pandeglang, Sandi, mengatakan speedboat tersebut disewa rombongan dari warga setempat.

"Berangkat pukul 14.00 WIB kemarin, rencana pulang-pergi dan sampai sekarang nggak ada info," katanya, Selasa.

Menurut Sandi, seorang guide yang berada di kapal sempat menghubungi istrinya sekitar pukul 16.00 WIB.

Saat itu, guide tersebut menyampaikan bahwa kondisi rombongan masih aman. Setelah komunikasi tersebut, tidak diketahui lagi kabar para penumpang.

"Kalau 14.00 WIB berangkat, sekitar pukul 20.00 WIB perkiraan harus sampai darat. Sampai sekarang tidak ada kontak," jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan keterangan Basarnas, salah satu jurnalis di kapal sempat berkomunikasi dengan jurnalis di Lampung bernama Abay pada Senin sekitar pukul 14.42 WIB.

Dalam komunikasi tersebut, lokasi kapal sempat dibagikan.

Pada pencarian hari pertama, operasi SAR melibatkan personel KN SAR Tetuka, Rescuer USS Pandeglang, Rescuer Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Polairud Polda Banten, Polairud Mabes, Lanal, Polsek Carita, Satpol PP, Babinsa, unsur pemerintah daerah, Balawista, nelayan, masyarakat, serta unsur media.

Peralatan yang digunakan meliputi KN SAR Tetuka 247, RIB 02 Banten, rescue car, truk personel, drone thermal, serta berbagai perlengkapan SAR air, medis dan komunikasi.

Hingga operasi hari pertama ditutup, keberadaan speedboat beserta delapan orang di dalamnya masih belum diketahui. (*)

Sumber: Tribunnews.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.