TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Penggawa asal Jepang, Rei Okada, mulai mengikuti latihan bersama Borneo FC di Stadion Segiri, Jalan Kesuma Bangsa, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (8/9/2026) sore.
Kehadiran Rei Okada membuat suasana latihan skuat Pesut Etam terlihat berbeda.
Pemain berkulit terang tersebut tampak langsung beradaptasi dengan rekan-rekan barunya.
Dalam sesi latihan, Rei Okada terlihat menerima umpan, menggiring bola, hingga mengoper kepada pemain lain.
Pemain kelahiran Jepang, 25 Januari 2002, tersebut dikenal sebagai pemain yang dapat beroperasi di posisi bek kanan, tetapi juga mampu dimainkan lebih ke depan sebagai gelandang kanan.
Baca juga: Debut Manis Shin Tae Yong, Putus Catatan Tahun 8 Tak Pernah Menang Persija Lawan Borneo FC
Rei Okada datang ke Samarinda setelah sebelumnya menjalani perjalanan karier di sepak bola Eropa.
Sebelum bergabung dengan Borneo FC, ia bermain untuk SK Austria Klagenfurt, klub yang berkompetisi di kasta kedua sepak bola Austria.
Pada musim 2025/2026, Rei Okada mencatatkan 24 penampilan dan dua assist bersama Klagenfurt. Ia juga menghabiskan sebagian perjalanan kariernya di Jerman sebelum melanjutkan kiprah di Austria.
Bagi Borneo FC, perekrutan pemain Jepang tersebut tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan skuad di kompetisi domestik.
Kehadiran Rei Okada juga diproyeksikan untuk memperkuat kedalaman tim ketika Pesut Etam menjalani kompetisi di level Asia.
Baca juga: Kalah di Laga Perdana Super League, Mauro Jeronimo Yakin Performa Borneo FC Masih On the Track
Kehadirannya menjadi bagian dari persiapan Borneo FC menghadapi laga tandang melawan Persijap Jepara pada Sabtu (12/9/2026).
Namun, kedatangan Rei Okada ternyata belum menjadi akhir aktivitas Borneo FC di bursa transfer.
Presiden Borneo FC, Nabil Husien, mengungkapkan klub masih membuka peluang mendatangkan 2-3 pemain anyar untuk memperkuat kedalaman skuad.
Menurut Nabil Husien, tambahan pemain dibutuhkan karena Borneo FC akan menghadapi jadwal padat di berbagai kompetisi, termasuk Super League dan kompetisi Asia.
Baca juga: Laga Kandang Borneo FC, Pusamania Buka Pintu Ramah Tuan Rumah tetapi Minta Poin Penuh
“Perjuangan Borneo FC ingin cetak sejarah sampai di Asia dan Indonesia dan itu tak mudah, sehingga kami tak ingin sekadar numpang lewat. Kalau numpang lewat, mending kita enggak usah fight dari kemarin-kemarin,” tutur Nabil Husien.
Ia menegaskan perekrutan pemain dilakukan karena manajemen memiliki keseriusan untuk membawa Pesut Etam bersaing dan mencatatkan sejarah di level Asia.
“Karena kami serius, kami mendatangkan sampai hari ini sudah 13 pemain dan akan 2 sampai 3 juga akan datang demi mendukung target yang kita inginkan di kancah Asia, membuat sejarah buat bangsa Kalimantan Timur terutama Samarinda,” ujarnya.
Nabil menjelaskan, kebutuhan tambahan pemain juga berkaitan dengan kondisi Borneo FC yang harus menjalani empat kompetisi dengan jadwal pertandingan yang cukup rapat.
Baca juga: Tatap Laga Lawan Persib, STY Yakin Penampilan Persija Jauh Lebih Baik Dibanding Hadapi Borneo FC
Menurutnya, kondisi tersebut membuat rotasi pemain menjadi sangat penting agar performa tim tetap terjaga.
“Di Super League dan Asia beda karena dalam jadwal Borneo FC bisa 4 sampai 5 hari akan bermain terus, sehingga perlu ada rotasi. Itu kita jaga jangan sampai terseok-seok sehingga kita dapat pemain yang siap membela Borneo FC,” jelasnya.
Salah satu sektor yang kini mendapat tambahan kekuatan adalah posisi bek kanan.
Nabil Husien menyebut Rei Okada didatangkan untuk mengisi kebutuhan tersebut.
Rei Okada merupakan pemain sepak bola berkewarganegaraan Jepang yang lahir pada 25 Januari 2002.
Saat bergabung dengan Borneo FC, usianya tercatat 24 tahun. Ia memiliki tinggi badan 1,72 meter dan menggunakan kaki kanan sebagai kaki dominan.
Baca juga: Kalah 0-1 dari Persija di Segiri Samarinda, Pelatih Borneo FC Jeronimo Soroti Efektivitas Pesut Etam
Posisi utamanya adalah bek kanan.
Namun, kemampuan bermain Rei tidak terbatas pada sektor pertahanan. Dalam sejumlah pertandingan, ia juga dimainkan sebagai gelandang kanan.
Kemampuan bermain di dua posisi tersebut memberikan fleksibilitas bagi pelatih.
Bek kanan pada dasarnya merupakan pemain bertahan yang beroperasi di sisi kanan lapangan, sedangkan gelandang kanan memiliki peran lebih maju dalam membantu membangun serangan dari sisi lapangan.
Karena itu, Rei dapat ditempatkan sebagai pemain yang menjaga area pertahanan kanan sekaligus membantu aktivitas menyerang ketika dibutuhkan.
Baca juga: Profil dan Statistik Rei Okada, Bek Anyar Borneo FC Asal Jepang
“Setelah Rei Okada akan ada lagi pemain anyar. Kita perlu di bek sektor kanan, kini diisi Rei Okada. Dan seperti puzzle perlu kita tambah, jangan sampai persiapan kita kacau semua, usaha yang kita jalankan malah sia-sia,” ungkapnya.
Nabil menyebut komposisi Borneo FC musim ini memang mengalami banyak perubahan.
Karena itu, proses membangun kekompakan antar pemain membutuhkan waktu.
“Bagaimanapun Borneo FC punya skuat baru dengan pemain baru, semua perlu dibangun jangan sampai kita sia-siakan,” katanya.
Baca juga: Profil Nadeo Argawinata: Kiper Persija Catatkan 9 Saves Saat Pulang Kampung ke Kandang Borneo FC
Meski demikian, Nabil Husien tetap optimistis dengan kekuatan Pesut Etam saat ini.
Ia meminta semua pihak memberikan waktu kepada tim untuk membangun chemistry dan menemukan permainan terbaik.
“Dengan skuat yang ada saya menilai secara pribadi optimis, kita perlu kesabaran sedikit,” pungkasnya. (*)