- Ketegangan Iran dan Amerika Serikat kembali memanas usai serangan terhadap sejumlah kapal tanker Teheran.
Tak lama berselang, IRGC mengklaim membalas dengan rudal yang diarahkan ke pangkalan AS di Yordania, termasuk fasilitas jet tempur.
Departemen Hubungan Masyarakat IRGC menyebut serangan tersebut sebagai operasi pembalasan terhadap agresi AS.
Dalam pernyataannya mengutip IRIB News pada Rabu (9/9), IRGC menuding pasukan AS menyerang sejumlah kapal dagang dan tanker minyak Iran.
Serangan terhadap aset maritim Iran itu kemudian disebut menjadi pemicu dilancarkannya operasi rudal balasan.
Angkatan Udara IRGC mengklaim menargetkan pangkalan Al-Azraq milik AS yang berada di Yordania.
Operasi tersebut diberi kode nama “Yahida Karrar” dan disebut menggunakan rudal balistik berbahan bakar padat serta cair.
IRGC menyatakan rudal-rudal tersebut diarahkan ke sejumlah fasilitas penting di dalam pangkalan militer AS.
Salah satu sasaran yang disebut adalah hanggar untuk pemeliharaan dan persiapan jet tempur milik Washington.
Fasilitas pengerahan pesawat juga diklaim menjadi bagian dari target dalam serangan rudal tersebut.
IRGC turut menyebut tempat perlindungan pesawat tempur AS ikut terkena serangan.
Di dalam fasilitas tersebut, IRGC mengklaim terdapat jet tempur F-35, F-16, dan F-15 milik AS.
IRGC kemudian menyatakan serangan tersebut menyebabkan kerusakan berat pada sejumlah fasilitas yang menjadi sasaran.
Namun, klaim mengenai tingkat kerusakan dan kondisi pesawat AS tersebut belum mendapat verifikasi independen.
IRGC juga mengaitkan serangan ini dengan meningkatnya ketegangan antara pasukan Iran dan AS di kawasan.
Menurut IRGC, kekuatan angkatan laut Iran di sekitar Selat Hormuz turut menjadi bagian dari eskalasi terbaru.
Tehran menegaskan setiap tindakan permusuhan terhadap Iran akan mendapat respons yang cepat dan tegas.
Pernyataan tersebut menunjukkan ancaman eskalasi masih membayangi kepentingan militer AS di Timur Tengah.
Jika ketegangan kembali meningkat, pangkalan dan aset AS di kawasan bisa menghadapi ancaman serangan berikutnya.