TRIBUNNEWSMAKER.COM - Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau mulai berdampak terhadap permintaan masker di sejumlah daerah, termasuk Kota Pekalongan, Jawa Tengah.
Meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap paparan abu vulkanik membuat masker diburu warga. Kondisi tersebut turut menyebabkan stok masker di pasaran mulai menipis, terutama jenis KN95 yang memiliki tingkat filtrasi lebih tinggi.
Tak hanya mengalami kelangkaan, harga sejumlah jenis masker medis juga mengalami kenaikan. Pedagang menyebut harga dari distributor naik sekitar 30 hingga 40 persen.
Seorang pedagang masker di Kota Pekalongan, Nunung, mengatakan lonjakan permintaan mulai terasa cukup masif sejak Senin (7/9/2026).
Menurutnya, masker jenis KN95 menjadi salah satu yang paling sulit diperoleh. Stok masker tersebut disebut telah habis, baik di tingkat pedagang eceran maupun agen.
“Kalau hari ini lagi langka. Soalnya kemarin itu pada berburu masker. Pas tadi saya belanja juga stoknya pada kosong,” kata Nunung, dikutip dari Instagram @pekalonganinfo, Rabu (9/9/2026).
Nunung yang telah berjualan masker sejak masa pandemi Covid-19 mengaku kondisi kali ini membuat dirinya kesulitan memperoleh barang dari distributor.
Kelangkaan pasokan juga berdampak langsung terhadap harga masker di tingkat distributor.
Menurut Nunung, kenaikan harga tidak hanya terjadi pada masker KN95, tetapi juga sejumlah jenis masker medis lainnya.
“Rata-rata naiknya 30, 40 persen,” ujarnya.
Kenaikan tersebut kemudian berpotensi membuat harga jual di tingkat pedagang eceran ikut meningkat apabila pasokan belum kembali normal.
Baca juga: Konvoi Tengah Malam Bawa Sajam Bikin Warga Pekalongan Resah, Orang Tua Diminta Awasi Pergaulan Anak
Nunung mengatakan dirinya mengalami kesulitan mendapatkan pasokan dari sejumlah distributor utama di Jakarta.
Beberapa pemasok yang selama ini menjadi sumber barang, seperti OneMed dan Careion, disebut telah mengalami kekosongan stok selama sekitar satu pekan terakhir.
Kondisi tersebut membuat pedagang di daerah harus lebih aktif mencari pasokan untuk memenuhi tingginya permintaan masyarakat.
Selain persoalan stok yang kosong, pedagang juga menghadapi persaingan untuk mendapatkan masker dari distributor.
Nunung menyebut sebenarnya tidak ada pembatasan pembelian dari pihak distributor. Namun, banyaknya pedagang yang membutuhkan barang membuat proses mendapatkan pasokan menjadi lebih sulit.
“Enggak dibatasi. Cuma kan rebutan sama orang yang biasa belanja. Kemarin juga rebutan, kita kan sudah telat ambilnya,” ungkapnya.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan permintaan dalam waktu singkat dapat langsung memengaruhi ketersediaan masker di tingkat pasar.
Sebaran abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau membuat penggunaan masker kembali menjadi perhatian masyarakat.
Pedagang berharap pasokan masker dari produsen dan distributor besar segera kembali normal sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dan harga tidak terus mengalami kenaikan.
Masyarakat juga diimbau mengikuti informasi dan rekomendasi resmi terkait kondisi erupsi serta kualitas udara dari instansi berwenang sebelum melakukan aktivitas di luar rumah.
(Tribunnewsmaker.com/ Listusista)