Kebakaran Lahan Tebu di Tulungagung, Berawal dari Bakar Daun Tebu Kering hingga Api Merembet
faridmukarrom September 09, 2026 05:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - Kebakaran terjadi di lahan tebu yang berada di sebelah timur SMAN 1 Tulungagung, Kelurahan Panggungrejo, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung, Rabu (9/9/2026).

Api mulai berkobar sekitar pukul 09.00 WIB dan membakar lahan tebu yang berada di kawasan tersebut.

Kebakaran lahan tebu di Tulungagung itu diduga bermula dari aktivitas pembakaran daduk atau daun tebu kering di lahan yang sudah dipanen.

Tanpa diduga, kobaran api kemudian merembet menuju lahan tebu yang belum dipanen.

“Yang sisi timur sudah lebih dulu dipanen, terus sisa sampah daduk (daun tebu kering) dibakar,” ujar pemilik lahan, Agus Triono.

Baca juga: 35 Tim Sudah Daftar Dispora Cup Mini Soccer 2026 Trenggalek, Kuota Tinggal 1 Tim

Agus menjelaskan, pembakaran sampah sisa panen tersebut lazim dilakukan untuk membersihkan lahan.

Dedaunan tebu yang sudah kering dikumpulkan menjadi satu sebelum kemudian dibakar.

Namun, lokasi pembakaran ternyata terlalu dekat dengan lahan tebu yang belum dipanen.

“Jaraknya hanya beberapa meter. Tidak tahunya api merembet ke lahan sebelahnya,” ucap Agus.

Kobaran api kemudian meluas ke area tanaman tebu yang masih dalam kondisi belum dipanen.

Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi langsung berupaya menyekat kobaran api agar tidak semakin meluas.

Personel Damkar juga menghadapi kendala karena lokasi lahan cukup luas dan mobil pemadam kebakaran tidak dapat mendekati titik api.

Selain melakukan pemadaman, petugas turut menyemprot area yang belum terbakar untuk mencegah api merembet ke bagian lahan lainnya.

0,5 Hektare Lahan Tebu Terbakar
Menurut Agus, luas lahan tebu yang terbakar mencapai sekitar 400 ru atau lebih dari 0,5 hektare.

“Untung tadi segera dibantu teman-teman Damkar. Kalau tidak pasti lebih luas,” katanya.

Lahan tebu yang terbakar tersebut sebenarnya dalam kondisi siap panen dan rencananya dikirim ke pabrik gula.

Meski terbakar, Agus menyebut tanaman tebu tersebut masih dapat dipanen dan dijual ke pabrik.

Namun, harga tebu mengalami penurunan dibandingkan kondisi normal.

Jika dalam kondisi normal harga tebu mencapai sekitar Rp90.000 per kuintal, tebu yang terbakar hanya dihargai sekitar Rp60.000 per kuintal.

“Besok langsung dikerahkan orang untuk panen. Sehari langsung habis,” tandasnya.

Damkar Tulungagung Kerahkan 3 Armada
Kasi Penyelamatan dan Evakuasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Tulungagung, Iwan Supriyono, mengatakan pihaknya mengerahkan tiga armada pemadam kebakaran ke lokasi.

Selain itu, dua mobil tangki penyuplai air juga dikerahkan untuk memasok kebutuhan air bagi armada pemadam kebakaran.

Petugas mengalami kendala karena lokasi kebakaran sangat luas dan berada cukup jauh dari akses jalan.

Kondisi tersebut membuat mobil pemadam kebakaran tidak dapat mendekat ke titik api.

“Seluruh selang kami gunakan semua karena lokasinya jauh dari mobil pemadam. Areanya juga sangat luas,” jelas Iwan.

Tak hanya kondisi medan, petugas juga menghadapi tiupan angin yang cukup kencang.

Angin tersebut turut membuat kobaran api semakin besar dan berpotensi memperluas area yang terbakar.

Setelah berjibaku memadamkan api, seluruh proses pemadaman kebakaran lahan tebu tersebut akhirnya selesai sekitar pukul 11.15 WIB.

(David Yohanes/Tribunmataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.