TRIBUNJAMBI.COM – Perang terbuka di Timur Tengah antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang telah memasuki bulan keenam kian membara di kawasan Selat Hormuz.
Ketegangan bereskalasi tinggi usai Pasukan Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim menyita kapal selam tanpa awak (unmanned submarine) milik AS, yang langsung direspons militer Amerika dengan menghancurkan lima kapal tanker minyak Iran.
Penyitaan Operasi Intelijen
IRGC merilis rekaman resmi yang memperlihatkan penyitaan sebuah kapal selam otonom tanpa awak di pintu masuk perairan strategis Selat Hormuz pada Rabu (9/9/2026) fajar.
Kendaraan bawah air tersebut diduga kuat merupakan model Dive-LD buatan perusahaan teknologi pertahanan asal California, Anduril, yang mampu bertahan menyelam hingga kedalaman 6.000 meter selama 10 hari.
“Operasi penyitaan kapal selam tersebut berlangsung di pintu masuk Selat Hormuz saat fajar hari ini dalam sebuah operasi intelijen dan lapangan yang kompleks,” tegas pernyataan resmi IRGC.
Balasan Pengeboman Tanker
Merespons penyitaan serta dua serangan rudal balistik Iran yang menyasar kapal perangnya dalam dua hari terakhir, Komando Pusat AS (CENTCOM) melancarkan gempuran udara yang menghancurkan lima kapal tanker minyak Iran, yaitu Kivik, Charminar, Horizon 1, Riesco, dan Derya.
Empat kapal pertama dihantam di Teluk Oman, sementara Derya dihancurkan di dekat Pulau Kharg.
“Kapal perang AS berhasil menghindari upaya serangan Iran dan terus berpatroli di perairan regional. Tidak ada personel Amerika yang terluka,” rilis resmi CENTCOM.
Tak lama usai penghancuran armada pengangkut minyak tersebut, Iran membalas langsung dengan menembakkan gelombang rudal balistik ke pangkalan militer AS di Yordania.
Baca juga: Pembelaan AS Pasca Tenggelamkan 5 Tanker Iran: Serangan Usai Kapal Perang Ditembak Rudal
Baca juga: Roy Suryo Siap Jalani Sidang 17 September, Tantang Jokowi Hadir Langsung
Blokade AS terhadap pelabuhan Iran serta perebutan kendali lalu lintas energi di Selat Hormuz—yang dilintasi seperlima pasokan minyak dunia—kini makin menyeret kedua negara ke puncak konfrontasi militer penuh.
Fokus pasar saat ini adalah minyak. Harga minyak mentah berjangka Brent naik $1,57, atau 1,6 persen, menjadi $99,49 per barel pada perdagangan awal Rabu.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS berada di level $94,63 per barel, naik $1,60 atau 1,72 persen.
Harga minyak telah melonjak untuk sesi keempat berturut-turut dan naik seperempat nilainya sejak awal Agustus seiring memudarnya harapan penyelesaian permanen konflik.
Setiap pengalihan rute atau penangguhan transit melalui koridor Teluk akan memperketat biaya pengiriman dan asuransi serta menambah premi risiko geopolitik baru pada patokan minyak mentah.
Ancaman Iran terhadap kapal tanker yang terkait dengan AS di sekitar pelabuhan Kuwait dan Bahrain memperkuat risiko gangguan yang berkelanjutan, bukan hanya sekali saja.
Danny Citrinowicz adalah seorang pakar intelijen dan peneliti senior asal Israel yang berfokus pada isu Iran dan kawasan Timur Tengah, menilai serangan rudal Iran ke Yordania merupakan bagian dari strategi peningkatan eskalasi yang terencana dan terkoordinir sebagai respons atas tekanan Amerika Serikat.
"Skala serta koordinasi peluncuran rudal dari berbagai titik membuktikan bahwa Teheran telah memulihkan kemampuan operasional militer mereka. Langkah ini tidak sekadar bentuk penyampaian sinyal diplomasi, melainkan upaya terencana untuk menembus sistem pertahanan udara lawan serta menimbulkan kerusakan nyata," tulisnya di platform X, Rabu (9/9/2026).
Dari sisi operasional, Danny menilai, kecepatan eksekusi serangan mengindikasikan bahwa Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) telah menyusun daftar opsi balasan secara matang sejak awal.
"Iran bertindak berdasarkan perhitungan strategis untuk memutus pola tindakan AS yang menargetkan kapal-kapal tanker mereka, sekaligus menunjukkan bahwa intimidasi militer tidak akan memulihkan daya cegat Washington."
Konflik ini, sambungnya, diperkirakan terus membentang ke tahap berikutnya, yang berpotensi meluas hingga ke operasi penyerangan kapal tanker di pelabuhan kawasan Teluk.
Baca juga: Ojol di Jambi Keluhkan Penurunan Akibat Anak Sekolah Daring
Baca juga: Janji Presiden Prabowo: Bonus Peraih Emas SEA Games Rp1 M dan Asian Games Rp3 M
Baca juga: Penjelasan Ending Kupilih Jalur Langit, Alasan Furqon Tak Menyentuh Amira Sejak Malam Pertama
Baca juga: Api Hanguskan Toko Baju Raja Murah di Sengeti, Damkar Bolak-balik Jemput Air