TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS – Dinas Perikanan, Pertanian dan Pangan (DPPP) Kabupaten Kepulauan Anambas terus mendorong upaya pemulihan terumbu karang di wilayah perairan daerah tersebut.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni dengan membuat dan memasang terumbu karang buatan.
Upaya ini dilakukan untuk membantu memperbaiki ekosistem laut yang mengalami kerusakan sekaligus menyediakan tempat baru bagi biota laut untuk hidup.
Terumbu karang buatan diharapkan dapat menjadi rumah bagi berbagai jenis ikan dan organisme laut lainnya.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala DPPP Kepulauan Anambas, Arcan Iskandar mengatakan, keberadaan terumbu karang yang sehat memiliki peran penting bagi kehidupan ikan di laut.
"Kalau terumbu karangnya bagus, ikan-ikan akan datang. Karena di situ ada tempat untuk mencari makan, berlindung dan berkembang biak," kata Arcan, Rabu, (9/9/2026).
Menurut Arcan, terumbu karang tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal ikan. Ekosistem tersebut juga menjadi lokasi berbagai biota laut mencari makanan dan berlindung dari ancaman predator.
Karena itu, ketika kondisi terumbu karang mengalami kerusakan, kehidupan biota laut di sekitarnya juga dapat ikut terdampak.
Populasi ikan berpotensi berkurang karena kehilangan habitat yang selama ini menjadi tempat berlindung dan mencari makan.
"Kami bukan hanya menanam atau membuat karang saja, tetapi bagaimana ekosistemnya bisa kembali hidup. Kalau sudah hidup, ikan juga akan mengikuti," ujarnya.
Terumbu karang buatan menjadi salah satu alternatif untuk membantu proses pemulihan tersebut.
Struktur buatan ditempatkan di dasar laut pada lokasi yang dinilai sesuai sehingga nantinya dapat ditumbuhi organisme laut dan menjadi habitat baru.
Seiring waktu, permukaan struktur tersebut akan menjadi tempat menempelnya biota laut.
Kondisi itu diharapkan membuat kawasan tersebut semakin menarik bagi ikan dan organisme lainnya.
DPPP Kepulauan Anambas juga tidak bekerja sendiri dalam menjalankan program tersebut.
Pemerintah daerah membuka ruang kolaborasi dengan pihak swasta untuk mendukung upaya pemulihan ekosistem laut.
Kolaborasi tersebut dapat dilakukan melalui dukungan terhadap penyediaan material, pembuatan hingga pemasangan terumbu karang buatan di lokasi yang telah ditentukan.
"Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan pihak swasta. Karena menjaga laut ini tidak bisa hanya dilakukan pemerintah, tetapi perlu keterlibatan semua pihak," sebutnya.
Menurutnya, keterlibatan sektor swasta dapat memperluas upaya konservasi yang dilakukan pemerintah.
Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin besar pula peluang kawasan terumbu karang yang rusak dapat dipulihkan.
Selain membuat terumbu karang buatan, keberhasilan pemulihan juga membutuhkan perhatian terhadap kondisi kawasan laut secara keseluruhan.
Aktivitas yang berpotensi merusak terumbu karang perlu dihindari agar ekosistem yang mulai pulih tidak kembali mengalami kerusakan.
Arcan berharap upaya tersebut dapat memberikan dampak jangka panjang bagi ekosistem laut sekaligus masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor perikanan.
"Harapan kami tentu terumbu karang kembali bagus, ikan semakin banyak dan pada akhirnya nelayan juga mendapatkan manfaat dari ekosistem laut yang sehat," pungkasnya. (TribunBatam.id/Ihsan Imaduddin)