TRIBUNKALTIM.CO,MALINAU – Daya dukung air bersih di wilayah perkotaan Kabupaten Malinau diperkirakan bertahan setidaknya hingga tiga tahun ke depan.
Proyeksi ini dihitung berdasarkan laju pertumbuhan pelanggan tahunan, serta ditopang oleh operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA) fasilitas pengolahan air baku menjadi air bersih yang layak konsumsi baru berkapasitas 20 liter per detik (L/s) di kawasan Kuala.
Meski pertumbuhan normal berada di kisaran 2,5 hingga 3 persen, Perumda Apa Mening menggenjot target kenaikan pelanggan hingga 5 persen per tahun.
Guna mengejar target penambahan sekitar 750 Sambungan Rumah (SR) baru dari basis 15.000 pelanggan saat ini, BUMD tersebut mengambil langkah strategis dengan memotong biaya pasang baru dari Rp3.140.000 menjadi Rp1.750.000.
Langkah percepatan penambahan debit air ini mendesak dilakukan mengingat tiga wilayah pusat permukiman utama kini mengalami zero idle capacity (kondisi di mana seluruh kapasitas produksi air bersih terpakai habis tanpa ada cadangan tersisa).
Baca juga: BPBD PPU Kirim 36.000 Liter Air Bersih ke Babulu Darat, 80 KK Terdampak Kekeringan
Wilayah Malinau Utara, Malinau Kota, dan Kuala berada dalam status rentan jika terjadi kemacetan proses produksi.
Penggunaan air warga yang mencapai rata-rata 25 meter kubik per bulan per Kepala Keluarga (KK) turut mempercepat penyusutan pasokan.
Karena itu, Perumda mengimbau warga agar hemat menggunakan air guna memperpanjang daya tahan pasokan hingga lima tahun mendatang.
Direktur Perumda Apa Mening Kabupaten Malinau, Indra Gunawan, menjelaskan perhitungan teknis penambahan kapasitas distribusi air bersih tersebut saat dikonfirmasi media.
"Pertumbuhan pelanggan kita itu di angka 2,5 sampai 3 persen. Tapi di tahun ini dan tahun depan kami punya target minimalnya 5 persen. Dari 15.000 pelanggan yang ada, berarti kita mengejar sekitar 750 pelanggan baru dalam setahun," ujar Indra Gunawan, Rabu (9/9/2026).
Indra menjelaskan bahwa secara teknis, setiap 1 L/s kapasitas pengolahan air mampu melayani hingga 100 sambungan rumah tangga.
"Penambahan IPA 20 liter per detik di Kuala berarti setara untuk menampung pertumbuhan pelanggan selama 3 tahun ke depan," terangnya.
Baca juga: 298.500 Liter Air Bersih Telah Didistribusikan ke Warga Terdampak Kekeringan di Samarinda
Saat ini Perumda Apa Mening mengoperasikan enam unit IPA dengan total kapasitas mencapai 250 L/s, tetapi sebarannya belum merata di tingkat cadangan.
"Yang masih memiliki sisa kapasitas hanya Loreh, Singai, dan Long Nawang. Untuk di Malinau Utara, Kota, dan Kuala itu sudah nol kapasitas. Kalau ada gangguan produksi setengah jam saja, air di rumah pelanggan langsung habis," ungkap Indra. (*)