Nasib Misni Penjual Bakso Korban Tabrakan Alphard Menur Pumpungan, Lolos dari Maut tapi Usaha Mandek
Dyan Rekohadi September 09, 2026 08:32 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Duka mendalam dirasakan Misni (54) usai menjadi korbankecelakaan lalu lintas beruntun di Jalan Raya Menur Pumpungan, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya, Jawa Timur, Rabu (9/9/2026) sore.

Pria paruh baya itu hanya bisa tertunduk pasrah menyaksikan gerobak bakso yang menjadi sumber mata pencariannya berantakan.

Warga Klampis Semalang itu tidak pernah menyangka lapak dagangannya bakal diterjang mobil saat ia sedang sibuk melayani pelanggan.

Baca juga: Detik-Detik Kecelakaan Toyota Alphard Seruduk Belasan Motor dan Mobil di Jalan Raya Menur Pumpungan

 

Refleks Selamatkan Diri

Misni menceritakan bahwa peristiwa mencekam itu terjadi secara mendadak sekitar pukul 15.00 WIB.

Saat kejadian, ia hanya melihat sekelibat sebuah mobil melaju kencang dari arah timur menuju barat dan tiba-tiba menyasar area tempatnya berjualan.

Mobil yang dimaksud adalah mobil Toyota Alphard warna hitam.

Beruntung, Misni sempat refleks menghindar sehingga selamat dari hantaman keras kendaraan mewah itu.

“Kejadiannya sekitar jam 3 sore. Posisi saya lagi meladeni pembeli. Saya tidak luka-luka, cuma masih shock,” kata Misni.

Ia menuturkan, perhatiannya kala itu sepenuhnya tercurah pada pesanan pembeli sebelum suara benturan keras mengejutkannya.

“Saya fokus melayani pembeli. Tahu-tahu nyelonong gitu. Sempat menghindar, terus masih pegang bakso gini. Orang beli itu, saya noleh sepeda motor ini sudah jatuh,” ungkapnya.

Baca juga: Pengakuan Korban Laka Beruntun di Menur Pumpungan Surabaya: Dihantam dari Belakang Tanpa Klakson

 

Kerugian Jutaan Rupiah dan Terpaksa Libur

Akibat benturan keras itu, dagangan bakso beserta rombong milik Misni mengalami kerusakan parah hingga tidak dapat dipergunakan kembali.

Misni memperkirakan total kerugian materiil yang dialaminya mencapai lebih dari dua juta rupiah.

“Kebetulan saya mangkal sementara di sini. Kalau kerugiannya Rp 500 ribu, itupun bakso saja, untuk rombongnya ada Rp 2 jutaan,” imbuhnya.

Kini, Misni terpaksa harus berhenti berjualan sementara waktu sembari berharap adanya pertanggungjawaban serta perhatian dari pihak terkait.

“Rombong bakso saya rusak jadi tidak bisa dipakai lagi, kalau buat lagi butuh biaya lagi,” tandas Misni.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.